Hindari Truk, SR Sasak Hutan Jati

149

NGAWI – Belum hilang bekas insiden maut Sugeng Rahayu (SR) di Kedunggalar pekan lalu, bus serupa ikut-ikutan celaka di Km 20-21 Jalan Raya Ngawi–Mantingan masuk Desa Karangbanyu, Widodaren, kemarin (9/4). Belasan penumpang termasuk awak bus luka-luka akibat kejadian itu.

Bus SR nahas tersebut bernopol W 7179 UZ. Dikemudikan Alex Purwanto, 35, warga Desa Ngasinan, Kecamatan Padangan, Bojonegoro. Kendaraan mengangkut 60 penumpang. ‘’Bus mengalami laka (kecelakaan, Red) tunggal, tidak ada korban jiwa,’’ kata Kanit Laka Satlantas Polres Ngawi Iptu Cipto Utoyo.

Petaka bermula saat bus melaju dengan kecepatan tinggi dari arah barat. Sampai di tempat kejadian perkara sekitar pukul 08.00, bus mendahului truk usai melewati tikungan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan ada sebuah truk.

Tak ingin terjadi tabrakan, sopir SR banting setir ke kiri. Namun, bus malah keluar badan jalan dan menyasak hutan jati hingga sekitar 50 meter. Tugu kilometer (palkilo) sejumlah pohon tak luput diterjang.

Bus nahas itu baru berhenti setelah menghantam pohon jati sedekapan orang dewasa hingga roboh. Moncong kendaraan ringsek seketika. Saking kerasnya hantaman, bus terguling ke kanan dengan kondisi kaca berantakan. ‘’Sopir tidak bisa menguasai laju kendaraan hingga masuk hutan,’’ ungkapnya.

Akibat insiden itu, 14 korban luka-luka. Terparah dialami Alex. Lengan kanan dan telapak kaki kirinya patah. ‘’Korban dilarikan ke Puskesmas Walikukun dan Kauman. Beberapa lainnya dirujuk ke RS Widodo Ngawi,’’ terang Cipto.

Olah TKP digelar bersamaan dengan proses evakuasi bangkai bus. Pun, keterangan dari sejumlah saksi telah dihimpun untuk proses hukum lebih lanjut. Kendati begitu, polisi belum bisa memeriksa sopir bus lantaran masih dalam perawatan intensif. ‘’Bus kami amankan sebagai barang bukti,’’ ujarnya.

Sementara itu, kasus tabrak lari terjadi di Km 35-36 Jalan Raya Ngawi-Jogorogo masuk Desa Wakah, Ngrambe, sekitar pukul 04.30 kemarin. Suratmi, 50, asal Dusun Nglencer, Desa Setono, Ngrambe, meregang nyawa di lokasi kejadian dengan luka parah di bagian kepala. ‘’Dari keterangan beberapa saksi, korban tertabrak kendaraan roda empat yang belum diketahui identitasnya,’’ ujar Cipto.

Cipto mengatakan, pelaku tabrak lari diduga tidak memperhitungkan jarak saat hendak mendahului korban yang saat itu mengendarai Honda Legenda nopol AE 6845 LQ tanpa mengenakan helm. Suratmi ditemukan bersimbah darah dengan posisi tengkurap di lokasi kejadian. ‘’Kasus laka lantas ini masih kami selidiki. Motor korban kami amankan sebagai barang bukti,’’ pungkas Cipto. (den/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here