NgawiPeristiwa

Hindari Lubang, Truk Hantam Minibus

PARON — Lima korban mesti dirawat intensif akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) antara sebuah minibus dan truk. Dua kendaraan tersebut beradu moncong di Jalan Raya Ngawi-Paron masuk Dusun Cerme, Desa Gentong, Paron, kemarin siang (1/8).

Informasi yang dihimpun, laka lantas itu bermula saat truk nopol W 9752 UJ melaju dari arah selatan sekitar pukul 11.30. Di saat bersamaan, dari arah berlawanan melintas minibus nopol AE 7026 UJ yang disopiri Sumardi.

Menjelang tempat kejadian perkara, sopir truk berniat menghindari lubang jalan hingga melaju terlalu ke kanan. Jarak yang sudah dekat membuat tabrakan tak dapat dihindari. ”Sopir truk diduga tidak memperhatikan kondisi lalu lintas saat itu,” kata Kanit Laka Polres Ngawi Ipda Cipto Utoyo.

Akibat kejadian itu, kedua sopir dan tiga penumpang minibus mengalami luka. Yakni, sopir minibus Sumardi, 47, warga Desa Tempuran, Paron; Hadi Marwoto, 50, pengemudi truk asal Desa/Kecamatan Mbobolan, Bojonegoro; Atiah, 60, warga Desa Teguhan, Paron; Hardi Prayitno, 39, warga Desa Gelung, Paron; dan Ismirah, 62, asal Desa Banjarsari, Dagangan, Kabupaten Madiun.

Sumardi mengalami nyeri dada yang diduga akibat benturan dan kelingking tangan kiri robek. Sedangkan Hadi menderita luka robek lutut kanan dan babras di dahi. Hadi sempat terjepit di ruang kemudi selama belasan menit.
Sementara, bagian depan kedua kendaraan yang terlibat tabrakan dalam kondisi ringsek. Masing-masing kaca depannya pecah sesaat beradu moncong.

”Kelima korban langsung dilarikan ke RS At-Tin Husada untuk mendapatkan perawatan intensif,” tutur Cipto.

Dia menambahkan, polisi belum menemukan STNK truk yang dikemudikan Hadi Marwoto, kendati SIM B dapat ditunjukkannya kepada petugas. Dua kendaraan yang terlibat laka lantas kami amankan sebagai barang bukti, pungkasnya. (mg8/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close