Hijaukan Kota Madiun, Azenk Ardianto Berbagi Ratusan Bibit Tabebuya

324

Bunga tabebuya belakangan ini menjadi trending topic. Itu terjadi setelah kembang mirip sakura itu bermekaran di Kota Pahlawan. Azenk Ardianto, warga Perumahan Rejomulyo, berniat pula memindahkan suasana Jepang ke Kota Madiun lewat jenis pohon itu.

——————–

PAGI itu Azenk Ardianto tampak sibuk menyiapkan bibit tanaman tabebuya di pelataran rumahnya. Kemudian, dibawanya menuju tempat warga Perumahan Rejomulyo berkumpul. Kegiatan kerja bakti pun dimulai. Mereka menanam 10 bibit tabebuya di sejumlah titik. ‘’Ini menanam tabebuya dari hasil semai pertama,’’ kata Azenk.

Belakangan nama Azenk mendadak populer di jagat media sosial (medsos). Itu setelah dia memposting bagi-bagi bibit tabebuya gratis. Aksi berbagi tanaman tersebut bermula saat media ramai memberitakan tabebuya di Surabaya yang sedang bermekaran.

Dengan bentuk dan warna mirip sakura, tak salah jika pemandangan Kota Pahlawan seolah mirip Jepang. ‘’Saya lantas ingat punya teman yang punya tanaman tabebuya,’’ terang pria 36 tahun tersebut.

Tanpa butuh waktu lama, Azenk langsung berkunjung ke rumah temannya tersebut dan meminta bunga tabebuya yang berguguran di pekarangan rumah. Kala itu, dia berhasil mengumpulkan sekitar 300 benih. ‘’Sebelumnya terbuang begitu saja,’’ sebutnya.

Azenk kemudian memposting bagi-bagi benih gratis tabebuya di akun medsosnya. Tak disangka, permintaan datang dari berbagai daerah. Mulai Madiun, Pati, Boyolali, Semarang, hingga Makassar. Namun, hanya request dari kota kelahirannya yang dipenuhi. ‘’Saya ingin hijaukan Kota Madiun terlebih dahulu,’’ ujarnya.

Gerakan menghijaukan Kota Madiun dengan tabebuya memantik perhatian sejumlah teman dekatnya. Belakangan dia mendapat sumbangan benih tabebuya jenis pink, soft pink, dan putih. ‘’Jadi lengkap. Sebelumnyan  yang sebagian sudah saya bagikan hanya warna kuning,’’ kata Azenk.

Saban pekan, suami Marahela ini rutin memposting perkembangan tanamannya. Itu dilakukan untuk mengetahui sampai seberapa ketinggian dan jumlahnya yang bertahan hidup. Rabu lalu (9/1), misalnya, dia menginformasikan bahwa sebagian tabebuya belum tumbuh. ‘’Karena kehujanan beberapa hari yang lalu lupa nggak diamankan, tapi lumayan semangat untuk menghijaukan Madiun walau nggak banyak,’’ tulisnya di medsos.

Bagi Azenk, tabebuya tidak sekadar indah dipandang, tapi juga bermanfaat sebagai tanaman peneduh lantaran pohonnya yang rindang. Pun, perawatannya tergolong mudah. ‘’Tidak butuh terlalu banyak air,’’ sebutnya. ***(dila rahmatika/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here