Hiace Tabrak Tronton, Lima Nyawa Melayang

247

NGANJUK – PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JKN) memasang 20 titik rumble strip di Jalan Tol Madiun-Nganjuk. Salah satu garis kejut itu berjarak 100 meter dari Km 638, lokasi mobil Toyota Hiace nopol H 1138 menabrak truk tronton nopol B 9586 MB, kemarin dini hari (26/4). Nyawa lima dari 10 orang di dalam mobil itu melayang. Kelimanya termasuk Zuhdi, 24, sopir mobil yang diduga mengantuk sesaat sebelum insiden nahas itu terjadi.

General Manager Operasi dan Maintenance PT JKN Charles Lendra mengatakan, pemasangan rumble strip efektif untuk menjaga kesadaran pengemudi ketika mengantuk. Puluhan garis kejut terpasang dalam jarak 10 kilometer. Peranti keamanan yang dipasang akhir bulan lalu itu sudah sesuai standar Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Termasuk ketentuan jarak pemasangannya. ‘’Laka lantas di Nganjuk itu jarak antara TKP dengan garis kejut lumayan dekat. Mungkin saja, sopir bisa kembali terjaga dari kantuknya ketika mobil melintasinya,’’ katanya.

Menurut Charles, jalan tol yang diresmikan akhir Desember tahun lalu itu sudah memenuhi standar keamanan. Terutama untuk menjaga keselamatan pengendara saat malam dengan pencahayaan. Selain memasang rumble strip, pihaknya juga memasang flip-flop. Lampu kerlap-kerlip itu sebagai penanda agar pengemudi tetap berhati-hati. Serta memasang rambu batas kecepatan maksimal 100 kilometer per jam dan imbauan istirahat bila mengantuk. ‘’Laka lantas seringnya pukul 02.00 sampai 03.00 yang merupakan jam-jam mengantuk,’’ ucapnya kepada Radar Caruban.

Kanit Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jatim AKP Bambang Hariyanto mengungkapkan, laka lantas bermula ketika Zuhdi melaju dari arah barat. Kendaraan yang membawa rombongan mahasiswa Universitas Tebu Ireng Jombang, itu berada di lajur kanan. Tepat beberapa meter di belakang truk tronton yang disopiri Khamdi, 34, warga Desa Sengonbugel, Mayong, Jepara, Jateng, di lajur kiri. ‘’Mendadak, mobil oleng ke kiri dan menabrak bagian belakang truk tronton,’’ ujarnya dihubungi via telepon seluler (ponsel).

Bambang menduga Zuhdi yang mengemudikan mobil dengan kecepatan 100 kilometer per jam itu sedang mengantuk. Sebab menempuh perjalanan jauh dari Jogjakarta. Kelelahan dan faktor kurang konsentrasi yang membuat pemuda itu tidak menyadari kendaraannya oleng. ‘’Sudah tidak bisa berbuat banyak karena jarak juga sudah dekat,’’ ucapnya. (fat/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here