Madiun

Hesa, Penyiar Radio yang Juga Seorang Turntablist

Nama Wahyu Mahesa Miarta, bagi kalangan penggemar siaran radio bisa jadi masih terasa asing di telinga. Lain halnya dengan para penikmat house music. Pria 30 tahun itu merupakan seorang turntablist yang sudah malang melintang di Kota Madiun.

———

KEDUA tangan Wahyu Mahesa Miarta tampak lincah memutar-mutar semacam piringan hitam di depannya. Bunyi khas keluar dari peranti itu saat digerakkan maju mundur bersamaan pergeseran sebuah panel instrumen di tengah perangkat tersebut.

Momen itu terlihat saat Hesa memamerkan kepiawaiannya sebagai turntablist di acara Madiun Creator di halaman parkir Sun City Festival pada Desember 2018 lalu. Kala itu, dia mengiringi aksi grup hiphop lokal Homebastard.

Sejak 2015 lalu tangan pria kelahiran 4 Februari 1988 itu akrab dengan scratching vinyl di sela menekuni profesinya sebagai penyiar salah satu stasiun radio di Kota Madiun. ‘’Turntablist hanya side job,’’ katanya sembari menyebut turntablist berbeda dengan disc jockey (DJ). Seorang DJ menyiapkan sebuah karya, sedangkan turntablist membuat karya seninya.

Meski begitu, sejatinya Hesa sudah mengenal seni turntable itu saat masih duduk di bangku SD. Saat itu, kakeknya yang bekerja sebagai anggota TNI angkatan laut (AL) sering membawakan vinyl selepas dinas dari luar negeri. Namun, kala itu sekadar diputar di rumah.

Putra pasangan Sugianto-Suratmi itu baru serius belajar seni turntable saat teman satu kampusnya menawari alat pemutar piringan hitam tersebut. ‘’Akhirnya saya beli seharga Rp 4 juta pakai uang tabungan,’’ kenang pria asal Desa Prampelan, Karangrejo, Magetan, ini.

Adanya koleksi sejumlah vinyl pemberian sang ayah memudahkan Hesa mengasah keterampilannya memainkan turntable. Proses itu dijalaninya selama hampir tiga bulan sebelum kemudian berganti berlatih menggunakan sound card.

Setelah merasa memiliki kemampuan cukup, Hesa sempat membuat beberapa demo sebelum kemudian ditawari manggung di beberapa ajang pentas seni (pensi) dan kafe di Kota Madiun. ‘’Kelasnya masih lokalan,’’ ujar alumnus Fakultas Hukum Universitas Jember tersebut.

Selama ini Hesa lebih sering tampil bersama band. Tidak perform solo seperti DJ umumnya. Pun, genre musik yang dimainkannya beragam. Namun, cenderung acak seperti komposisi ala Chris Kilmore di Incubus, Joseph Hahn di Linkin Park, dan Richard Quitevis alias Qbert. ***(hengky ristanto/isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close