Heri Purwanto, Marbot Muda, Beragama, Anti Hura-Hura

42

PACITAN – Bisa dibilang, Heri Purwanto penganut gaya hidup mandiri dan anti hura-hura. Sejak SMA, dia memilih mengabdikan diri sebagai marbot masjid sembari nyambi pekerjaan dan melanjutkan kuliah.

Heri duduk dikelilingi anak-anak di Masjid Besar Mujahidin, Tanjungsari. Mengajari membaca kitab suci saban hari. Setelah itu, berganti pakaian berlanjut membersihkan sepenjuru masjid dengan kain pel, sapu, dan kemoceng. Dia pun rajin mengumandangkan adzan setiap tiba waktu salat lima waktu. ‘’Sudah terbiasa seperti ini sejak SMA,’’ terangnya.

Marbot muda asal Mloko, Kalikuning, Tulakan ini sengaja menjauhi gaya hidup hura-hura masa muda. Baginya, mengabdikan diri di masjid jauh lebih bermakna. ‘’Awal jadi marbot 2009 silam. Sekarang masih kuliah di jurusan teknik informatika sambil kerja,’’ tukas mahasiswa D3 Akademi Komunitas Negeri (AKN) Pacitan itu.

Kedua orang tuanya yang merantau membuat pemuda kelahiran 20 November 1994 memilih ikut meninggalkan rumah. Sembari bekerja sebagai staf di Kesbangpol Pacitan, Heri pun mandiri dalam mencari rejeki. Sebenarnya tak sedikit yang menawarkan rumah kos untuknya, namun enggan baginya meninggalkan masjid. Pasca bencana 2017 silam, Heri bersama marbot lain sempat mewakili Pacitan belajar di Masjid Jogokaryan, Jogjakarta. ‘’Di sini, banyak yang tahu tentang agama. Jadi mudah untuk mempelajarinya setiap hari,’’ terangnya. *** (sugeng dwi/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here