Hendak Bikin Kebun Binatang Mini Keburu Ditangkap Polisi

252

PACITAN – Mimpi Katsuri,35, membuat kebun binatang mini (mini zoo), kandas. Warga Desa Kembang, Pacitan, itu justru berurusan dengan polisi. Sebab, delapan binatang yang dibeli di Pacitan dan Surabaya masuk kategori hewan dilindungi.  ’’Kebun binatangnya masih dalam pembangunan, belum selesai dibangun,’’ kata Kasat Reskrim Polres Pacitan AKP Imam Buchori, Senin (6/8).

Penangkapan berawal dari informasi bahwa ada hewan-hewan langka yang kerap dibawa Katsuri. Hingga Rabu (1/8) pukul 09.00 lalu Katsuri ditangkap di rumahnya beserta delapan jenis hewan yang dilindungi tersebut. Yakni, seekor penyu, landak, burung hantu, buaya muara, kucing hutan, alap-alap, kukang, serta elang kepala putih. ’’Rencananya hewan ini akan digunakan untuk hiburan di wahana wisata mini zoo di dusunnya,” ungkap Imam.

Delapan jenis hewan itu diperoleh dari beberapa orang berbeda. Seperti tetangga hingga orang tak dikenalnya di Surabaya. Modusnya, Katsuri menukar hawan-hewan langka itu dengan hewan peliharaan lainnya seperti kucing anggora. Bahkan, dia rela merogoh kocek ratusan ribu hingga jutaan rupiah untuk mendapatkan hewan-hewan langka itu. kegitan itu telah dilakukannya sejak akhir Juni lalu. ’’Jika ditotal harganya sampai Rp 10 juta. Contohnya buaya ini, harganya diakuinya lebih dari Rp 500 ribu,’’ imbuh Imam.

Mengantisipasi hal tak diinginkan, delapan hewan itu bakal diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur BKSDA Jatim untuk selanjutnya dirawat dan dilepaskan kembali. Sementara, atas tindakannnya itu Katsuri bakal dijerat pasal 40 ayat dua juncto pasal 21 ayat dua UU RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.  ’’Sebenarnya sudah tahu terkait hewan-hewan ini jika dilindungi,” terang Imam.

Imam menambahkan, beberapa burung seperti cucak rowo, cucak hijau, dan murai batu saat ini telah masuk dalam kategori hewan yang dilindungi. Pasalnya, jumlah populasinya terancam lantaran semakin berkurang. ’’Harus ada izinnya. Memelihara juga kena ancaman hukuman, bisa lima tahun,’’ tegas Imam. (mg6/c1/ota)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here