Magetan

Hasil Swab Test Kedua Negatif, 24 Santri Tinggalkan Gedung Karantina

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Setelah dua pekan menjalani isolasi di fasilitas karantina khusus Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan, 24 santri Ponpes Al Fatah, Temboro, diperbolehkan pulang. Mereka diizinkan meninggalkan gedung karantina setelah swab test kedua mereka menunjukkan hasil negatif Covid-19.

Dari 24 santri tersebut, 15 di antaranya asal Malaysia, 1 Thailand, dan sisanya dari Indonesia. ‘’Hasilnya negatif dan kami perkenankan pulang ke pondok,’’ kata Bupati Magetan Suprawoto Senin (18/5).

Kendati dinyatakan sudah sembuh dari korona, para santri itu diminta menjalani isolasi mandiri di pondok selama 14 hari. Pun, selama perjalanan menuju ponpes, mereka menerapkan physical distancing di dalam bus. Tempat duduk antarsantri diberi jarak.

Kang Woto -sapaan Suprawoto- menambahkan, Covid-19 bisa menyerang siapa saja dan sudah menyebar secara masif di seluruh dunia. Pun, mantan sekjen Kemenkominfo itu berharap semua pihak memaknainya sebagai cobaan. Dia juga meminta masyarakat optimistis bisa melalui cobaan tersebut.

‘’Mari biasakan hidup bersih dan sehat guna memutus penyebaran Covid-19. Pakai masker dan rajin cuci tangan,’’ tuturnya. ‘’Hikmah lainnya gotong royong. Jangan kucilkan mereka yang dinyatakan positif. Sesuai amanah founding father kita, nilai gotong royong, memahami, menjaga, dan melindungi tetap dilaksanakan,’’ imbuh Kang Woto.

Dengan dipulangkannya 24 santri dari gedung karantina itu, kini tersisa delapan pasien yang masih dikarantina. Sedangkan secara total masih ada 23 kasus positif Covid-19 di Magetan. ‘’Kita harus optimistis, Magetan bisa kembali normal. Kita bisa berinteraksi seperti semula lagi,’’ ucap Kang Woto.

Ketua Tim Penanggulangan Covid-19 Dinas Magetan Didik Setyo Margono menambahkan, para pasien yang sudah dinyatakan sembuh tak bisa lepas dari protokol kesehatan. Mereka harus tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Sebab, kata dia, orang yang sudah terpapar Covid-19 bukan jaminan tidak bisa terpapar lagi. ‘’Virus itu bisa aktif kembali di tubuh, tapi kemungkinannya sangat kecil,’’ ujarnya. (bel/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close