Hasil SMA/SMK Kota Madiun UNBK Masih Buruk

480

MADIUN – Hasil ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pelajar SMA/SMK di Kota Madiun belum memuaskan. Memang ada peningkatan di banding tahun lalu untuk  SMA. Tapi sedikit. Kalau tahun lalu nilai minimal 55 masih 85 persen khusus SMA, kini menurun menjadi 52 persen.

Sedangkan, khusus SMK nilai minimal sebelumnya 75 persen, saat ini turun menjadi 72 persen. Secara umum, untuk SMA dan SMK masih tergolong buruk. ’’Jadi, ada penurunan (nilai minimal 55, Red) sekitar 30 persen bagi SMA dan 3 persen untuk jenjang SMK,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Madiun, Supardi.

Pihaknya tetap mengapresiasi upaya sekolah yang mampu meningkatkan prestasi siswa sehingga peraih nilai ujian nasional (NUN) di bawah 55 berkurang. Meskipun persentase nilai siswa di bawah 55 masih tinggi, jumlahnya mulai berkurang. ’’Faktornya karena memang soal berkategori HOTS,’’ ujarnya.

Meski begitu, Supardi menganggap hasil itu sudah merupakan lompatan luar biasa. Selanjutnya nanti bakal dilakukan pemetaan sekolah yang jadi best practice. Artinya, angka-angka yang diperoleh ini bisa dibedah dan fokus peningkatan kemampuan siswa dalam pelajaran yang nilainya rendah. ’’Di sisi lain, hasil NUN bukan merupakan penentu kelulusan. Sehingga, anak-anak tidak terobsesi di situ. Mereka justru santai menyikapinya,’’ terangnya.

Kendati demikian, Supardi mengungkapkan bahwa dari segi total nilai UNBK SMA/SMK Kota Madiun terbilang tinggi. Di tingkat SMK misalnya, jumlah nilai total rata-rata mata ujian tercatat mencapai 212,78. Tertinggi kedua dibawah Kota Malang dengan jumlah siswa peserta ujian 2.818 orang.

Sementara di tingkat SMA untuk jurusan IPA, nilai rerata Kota Madiun sebesar 64,06 dengan jumlah peserta ujian sebanyak 1.162 siswa. Capaian itu tergolong baik dengan menduduki peringkat ketiga se-Jatim di bawah Kota Malang dan Kediri.

Kemudian untuk jurusan IPS, nilai rerata Kota Madiun sebesar 58,49 dengan jumlah peserta ujian sebanyak 658 siswa. Hasil itu termasuk bagus karena berada di peringkat ke empat di bawah Kota Malang, Batu dan Surabaya. ’’Hasil ini tentunya menjadi pertimbangan untuk masuk ke Perguruan Tinggi (PT),’’ kata Supardi.

Sayangnya, peserta didik yang masuk 10 besar kategori peraih NUN tertinggi untuk jenjang SMA negeri se-Jatim asal Kota Madiun hanya satu siswa. Dia adalah Sarono Gayuh Wilujeng asal SMAN 2 Madiun jurusan IPA. Dengan jumlah nilai total mata ujian sebesar 392. (her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here