Hasil Sidak Produk Mamin Nihil Temuan Kedaluwarsa

31

PACITAN – Memasuki hari ke-9 Ramadan, warga mulai menyiapkan kebutuhan lebaran. Termasuk makanan ringan untuk suguhkan. Mengantisipasi beredarnya produk makanan dan minuman (mamin) tak layak konsumsi, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Jatim menggelar isnpeksi mendadak (sidak) ke Pacitan. ‘’Sidak ini untuk memberi jaminan pada masyarakat konsumen. Jga memastikan kualtias barang di pasaran,’’ kata Maryadi, kepala UPT Perlindungan konsumen Disperindag Jatim Wilayah Kediri Selasa (14/5).

Dalam sidak tersebut, tim gabungan dari Disperindag Jatim dan Pacitan, Dinkes, Satpol PP hingga Satreskrim Polres Pacitan menyasar beberapa toko modern dan pasar tradisional. Yakni di di Toserba Luwes, Enggal 1 dan 2 serta Pasar Minulyo. Dari empat titij tersebut petugas gabungan mendapati beberapa temuan. ‘’Paling banyak kaleng kemasan rusak. Tidak kami tarik. Kami sarankan penjual untuk menarik dagangan dan menggantinya,’’ ujarnya.

Untuk produk mamin expired atau kedaluwarsa nihil. Sebaliknya, tim gabungan mendapati ada harga produk makanan yang dijual tak lazim. Ada beberapa yang dijual Rp 5 pada digit terakhir. Meski normal menurut kaidah jual beli. Namun, dalam praktiknya tak lazim dan tak memungkinkan pembayaran dengan pecahan tersebut. ‘’Kami minta diubah harganya, minimal pecahan Rp 100,’’ imbuhnya.

Meski tak terlampau mengganggu, hal tersebut jadi atensi. Pasalnya jika pecahan terlampau kecil, nilai jual beli bakal terdapat selisih. Dia berharap para pelanggan kritis saat membeli barang bilamana mendapati kejanggalan dalam kemasan dan harga. ‘’Jika mendapati masa kedaluwarsa atau kemasan rusak, pembeli bisa komplain ke penjual,’’ tuturnya.

Bripka Rizal, personel Unit TPR Satreskrim Polres Pacitan, menambahkan dalam sidak tersebut juga didapati produk  minuman berizin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT). Hal tersebut masih ditoleransi lantaran izin tersebut masih dalam batas sosialisasi hingga tahun depan. Dia berharap sebelum 2020, seluruh produk minuman mengantongi izin BPOM sebagai standar kelayakan. ‘’Masih ditoleransi karena sosialisasinya setahun. Nanti per 1 Januari 2020 wajib izin edar,’’ tegasnya. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here