Hasil Reses Kumpulkan Ratusan Pokir Dewan

21

MADIUN – Persoalan infrastruktur mendominasi usulan dari masyarakat saat anggota DPRD Kota Madiun. Semua berhasil dikumpulkan dari hasil reses pada masa sidang pertama. Adapun usulan yang paling banyak berupa perbaikan jalan, drainase atau irigasi, dan penerangan jalan umum (PJU).

Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Didik Yulianto mengatakan, usulan dari masyarakat itu selanjutnya menjadi bahan pokok-pokok pikiran (pokir) dewan untuk kemudian diteruskan ke BPKAD dan Bappeda. Dengan harapan, pokir itu bisa dimasukkan dalam perencanaan program pembangunan pada perubahan anggaran keuangan (PAK) 2019 maupun PAK 2020. ’’Karena untuk perencanaan pembangunan pada tahun 2020 sudah kami sampaikan saat musrenbang lalu,’’ katanya kepada Radar Madiun.

Selain infrastruktur, bidang lainnya juga mendapatkan perhatian dari warga. Untuk bidang pendidikan, lanjutnya, masyarakat meminta adanya program sekolah gratis untuk SMA/SMK. Bidang kesehatan juga menjadi masukan masyarakat agar pelayanan kesehatan yang diberikan lebih maksimal. Baik itu di RSUD Kota Madiun maupun puskesmas.

Didik mengungkapkan, kalangan anggota dewan berupaya untuk memanfaatkan secara maksimal kegiatan reses sebagai bagian menyerap aspirasi masyarakat di daerah pilihan. Setiap anggota DPRD bertemu dengan para konsituennya, dialog langsung sehingga bisa mengetahui masalah di masyarakat. ’’Reses digelar pada Maret lalu,’’ ungkapnya.

Dia menambahkan, kegiatan reses itu bertujuan untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi dan pengaduan masyarakat guna memberikan pertanggungjawaban moral dan politis pada konstituen di dapil sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam pemerintahan. ’’Kami undang masyarakat untuk menyampaikan masukannya dan program yang nanti bisa dijalankan oleh pemkot,’’ terang Didik.

Berdasar hasil laporan kegiatan serap aspirasi, tercatat ada 340 pokir anggota dewan. Terdiri dari 110 pokir anggota dewan di dapil Kartoharjo. Dengan 12 usulan non-fisik dan 98 usulan program fisik. Sedangkan, di dapil Taman I tercatat ada 58 pokir. Meliputi 25 usulan non-fisik dan 33 usulan program fisik.

Sementara, di dapil Taman II ada 63 pokir. Terdiri dari 21 program non-fisik dan 42 usulan program fisik. Kemudian di dapil Manguharjo terdapat 109 pokir. Meliputi 35 usulan program non-fisik dan 74 program fisik. (her/adv/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here