Hari Pertama UNBK Se-eks Karesidenan Madiun Kacau

211

MADIUN – Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP/MTs di eks Karesidenan Madiun kacau. Biang keladinya gangguan maintenance pada server pusat. Para peserta sesi pertama harus menunggu rata-rata satu jam. Di Kota Madiun, UNBK sesi pertama tersandera 80 menit sebelum mulai mengerjakan mapel bahasa Indonesia. Sementara di Kabupaten Madiun peserta ujian gelombang pertama harus menunggu 50 menit. Kondisi itu juga terjadi di Ponorogo, Ngawi, Magetan, dan Pacitan. ‘’Sesi pertama UNBK tidak on schedule secara nasional,’’ kata Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (SR) kemarin.

SR dan wakilnya Armaya sengaja inspeksi mendadak ke sejumlah satuan pendidikan. Plt Kepala Dindik Heri Ilyus dan sekretarisnya Heri Wasana ikut serta dalam rombongan. SR terpantau menyidak evaluasi nasional itu secara sampling di tiga sekolah. Mulai SMPN 1, SMPN 4, dan SMPN 2. Orang nomor satu itu menemukan problem yang sama persis di tiga sekolah, yakni keterlambatan dimulainya ujian di sesi pertama. ‘’Harusnya sesi pertama dimulai pukul 07.30, tapi di tiga sekolah baru bisa pukul 08.50,’’ bebernya.

SR menjamin biang keladi molornya jadwal dimulainya ujian sesi pertama itu karena terjadi kendala di pusat. Dia menjamin konektivitas jaringan internet aman lantaran sudah meneken kerja sama dengan PT Telkom. Termasuk pasokan daya listrik yang juga tidak menuai masalah. Hanya, SR meminta siswa yang ditemuinya di tiga sekolah untuk tidak khawatir dan tetap fokus mengerjakan soal ujian. ‘’Kami minta untuk tetap tenang dan bersabar menunggu dimulainya ujian,’’ pesannya.

SR memastikan durasi ujian para siswa di sesi pertama kemarin tidak terpotong akibat keterlambatan itu. Yakni, tetap 120 menit. Namun, dia khawatir dengan dampak molornya sesi pertama UNBK kemarin. Tak lain semakin molornya pengerjaan ujian di sesi kedua yang sedianya pukul 10.30-12.30 dan sesi ketiga pukul 14.00-16.00. ‘’Kami minta siswa untuk tetap tenang, karena kendala server itu ada di pusat. Juga pesan untuk fokus pada peningkatan kualitas diri,’’ ujar mantan rektor Unmer ini.

Plt Kepala Dindik Heri Ilyus sudah mempersiapkan matang pelaksanaan UNBK tingkat SMP tahun ini. Yakni, dengan menggandeng berbagai pihak mulai dari kepolisian hingga perusahaan provider telekomunikasi dan penyedia daya listrik. Gangguan keterlambatan kemarin disebabkan oleh gangguan di tingkat pusat. Pun, pihaknya tidak memprediksi akan terjadi gangguan semacam itu. ‘’Macet se-Indonesia ini. Tidak ada komunikasi, tahunya ketika mulai sesi pertama jadi molor sampai pukul 08.50,’’ bebernya.

Total ada 21 SMP yang menyelenggarakan UNBK secara mandiri. Dari 21 lembaga tersebut, 14 di antaranya SMPN. Sementara terdapat enam sekolah yang menggabung yakni SMP PSM, SMP Taman Bakti, SMP Muhammadiyah 1, SMPN Terbuka Taman, SMP Islam Terpadu Bakti Ibu, serta MTs Pertanian. ‘’Info dari pusat belum terima. Katanya server rada lemot di pusat, begitu,’’ sebut Heri.

Kepala SMPN 2 Kota Madiun Fatchur Rahman mengatakan, total ada 75 siswa di sesi pertama yang terpaksa harus menunggu ujian dari total 224 peserta. Sekolah mengambil sikap dengan segera berkoordinasi dengan help desk UNBK. Informasi kemudian diterima jika ada kendala maintenance di server pusat. Informasi itu diterima Fatchur pukul 08.20. ‘’Beruntung siswa tidak sampai gaduh, kami beri pengertian keterlambatan tidak mengurangi durasi pengerjaan UNBK,’’ tukasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindik) Kabupaten Madiun Sodik Heri Purnomo mengatakan, kendala teknis itu tidak memberi dampak yang berarti dalam pelaksanaan UNBK. Setelah server pusat kembali lancar, UNBK tetap dapat dilaksanakan. Kendati berdampak karambol di sesi kedua dan ketiga. ‘’Karena jeda dari sesi kedua dan ketiga sampai dua jam. Jadi tidak masalah,’’ ungkapnya.

Dalam menghadapi UNBK tahun ketiga ini, pihaknya sudah mempersiapkan semaksimal mungkin. Mulai penyiapan jaringan internet dan listrik. Namun, jika masalah itu terjadi pada level pusat, jelas pihaknya tidak dapat berbuat banyak. ‘’Tapi sudah teratasi. Jadi tidak ada masalah,’’ terangnya.

Kata dia, pihaknya sudah melakukan antisipasi dengan mengadakan simulasi hingga tiga kali. Sehingga siswa mendapatkan pengalaman mengerjakan soal secara online tersebut. Sinkronisasi juga sudah dilakukan mulai Kamis (19/4)– Minggu (22/4). Sempat terjadi masalah saat mengunduh soal di sejumlah sekolah. Di antaranya di MTs Al Falah. Kondisi itu memaksa server satuan pendidikan di Desa Kepel, Kare, itu harus dibawa turun ke MTs Al Istiqomah, Dungus. Setelah memastikan seluruh soal diunduh, server dikembalikan ke MTs Al Falah. ‘’Di atas susah jaringan internetnya. Yang dapat kami lakukan hanya membawa turun. Daripada habis waktu untuk men-download,’’ terangnya.

Di Kabupaten Madiun terdapat sejumlah sekolah yang nebeng. Di antaranya SMPIT Wisma Wisnu yang terganjal akreditasi dan SMPIT Bukur yang terkendala sarpras. Dua sekolah itu harus nebeng ke SMPN lainnya. ‘’Yang Bukur gabung ke SMPN 1 Sawahan, sedangkan SMPIT Wisma Wisnu ke SMPN 1 Balerejo,’’ terang Sodik.

Sementara di Magetan, proktor utama UNBK SMPN 1 Magetan Novie Kurniawan mengatakan, server pusat yang down mengacaukan jadwal UNBK di hari pertama hingga mundur 45 menit dari jadwal. Sesuai jadwal, ujian bisa dimulai pukul 07.30. Namun, status server di lima ruangan diketahui belum aktif. Akibatnya, siswa tidak segera memperoleh nomor token sebagai kode memulai mengerjakan ujian. ‘’Ternyata, mereka mengalami permasalahan serupa,’’ujarnya.

Menurut dia, Magetan sedikit lebih beruntung dibanding daerah lain. Pihaknya sudah dapat mengoneksi jaringan lima laboratorium ke server pusat lebih cepat. Kendati antara ruangan satu dengan lainnya jamnya berbeda-beda. Yakni, di rentang pukul 08.00 hingga 08.15. Sementara, di daerah lain ada yang baru tersambung satu jam dari jadwal. ‘’Setelah server online, pelaksanaan ujian sesi pertama berjalan lancar,’’ ungkapnya.

Kata dia, di Magetan ada 34 lembaga pelaksana UNBK dengan 6.520 peserta. Perinciannya, 13 sekolah mampu menggelar UNBK mandiri, sisanya nebeng ke lembaga yang lebih tinggi. Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Sugeng Riyadi belum dapat memastikan jumlah SMP yang sempat mengalami kendala server offline dan berapa jam keterlambatannya. ‘’Koordinasi dulu dengan proktor,’’ katanya. (naz/bel/cor/c1/pra)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here