Hari Pertama, UNBK Molor 30 Menit

16

PACITAN – Hari pertama ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP/MTs di Pacitan luayan lancar kemarin (22/4). Dari 70 lembaga semua sudah meninggalkan ujian nasional kertas dan pensil (UNKP). Namun, sebagian sekolah masih numpang lantaran keterbatasan komputer. ‘’Sebagian besar sudah mandiri. Sebagian lainnya numpang. Secara bertahap akan kami sediakan komputernya. Semoga tahun depan lebih baik,’’ kata Bupati Pacitan Indartato kemarin (22/4)

Pak In, sapaan akrab Indartato, menambahkan hingga sesi kedua UNBK mata pelajaran (mapel) bahasa Indonesia berlangsung tak ada laporan gangguan. Bersama jajarannya dia meninjau plaksanaan UNBK di MTsN 1, SMPN 1 dan SMPN 2. Dia berharap UNBK terbebas dari gangguan listrik. ‘’Sudah diantisipasi, sudah dikoordinasikan dengan berbagai pihak. Kami harap sekolah juga menyiapkan genset,’’ ujarnya di sela tinjauan di SMPN 2 Pacitan.

Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jatim Bambang Agus Susetyo yang ikut meninjau UNBK di Pacitan menambahkan dari beberapa kecamatan yang disambanginya adalah salah satu sekolah di Pringkuku molor setengah jam. ‘’Semua lancar, genset tersedia. Namun satu sekolah jaringan internetnya bermasalah,’’ jelasnya.

Bambang menjamin potensi kunci jawaban soal UNBK bocor minim. Menurut dia, itu hanya modus oknum tak bertanggung jawab untuk meraup untung. Dia menilai ketimbang UNKP tingkat kejujuran siswa mengerjakan UNBK jauh lebih tinggi. ‘’Sontek-menyontek sudah hilang. Sebab, soal ujiannya gak sama,’’ paparnya.

Selain masalah listrik, lanjut dia, kekurangan komputer masih jadi persoalan. Pasalnya mayoritas sekolah hasrus melaksanakan ujian tiga sesi. Sejatinya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) setia tahun bagi-bagi komputer ke sekolah memerlukan. Alasannya, UNBK lebih praktis dan hemat anggaran ketimbang UNKP. ‘’Semoga Pacitan lekas mengusulkan. Kami akan bantu pengadaannya,’’ ungkap Bambang.

Kepala SMPN 2 Pacitan Heri Praptono menambahkan jumlah komputer dan siswa di sekolah belum sebading. Sekolahnya masih menggunakan tiga sesi. Dari 188 siswa hanya trsedia 64 unit komputer. Meski begitu dia menjamin UNBK hari pertama lancar. Pun seluruh bisa siswa mengikutinya. ‘’Semua masuk, semoga tidak ada kendala teknis hingga ujian berakhir,’’ ucap Heri. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here