MadiunPendidikan

Hari Pertama PPDB Kota Madiun, SD/SMP Sepi Pendaftar

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Hari pertama penerimaan peserta didik baru (PPDB) Kota Madiun sepi pendaftar. Berdasarkan laman PPDB Kota Madiun hingga pukul 16.34 Senin (29/6), siswa yang mendaftar baru 18 persen dari total pagu 2.325 untuk SD. Jenjang SMP hanya 34 persen dari total pagu 2.910 siswa.

Seperti terlihat di SDN 02 Pandean. Meski PPDB dilakukan secara online, belum banyak yang mendaftar di tahap pertama ini. Juga, tidak banyak wali murid yang datang ke sekolah sekadar mencari informasi pendaftaran.

Siska Luluana saat ditemui di SDN 02 Pandean mengatakan bahwa seluruh berkas pendaftaran jalur perpindahan tugas orang tua sudah masuk ke sekolah. Mulai akta kelahiran, surat domisili, hingga surat pernyataan dilengkapi lima KTP tetangga satu RT beserta tanda tangan. Kemudian surat keterangan dari kantor tempatnya bekerja, SK mutasi dari Banjarbaru ke Madiun, serta surat rekomendasi status penduduk Kota Madiun. ‘’Akan kami pantau terus diterima-tidaknya. Kalau tidak diterima masih bisa mendaftar tahap kedua,’’ ujar wali murid yang berharap anaknya diterima di SDN 02 Pandean itu.

Kepala SDN 02 Pandean Sunyoto meminta setiap orang tua tidak khawatir. Meski PPDB dilangsungkan online, masyarakat yang gagap teknologi dapat menanyakan langsung ke sekolah. ‘’Tahap dua (zonasi) yang paling banyak. Memang diumumkan di Perwal bahwa dalam PPDB ini masyarakat yang seharusnya mengakses. Tapi, sekolah membantu kalau ada wali murid yang kesulitan masalah IT,’’ kata Sunyoto.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Madiun Sri Marhaendra Datta juga meminta wali murid tidak khawatir. Bisa dipastikan, seluruh anak dalam kota akan tertampung di SD maupun SMP negeri Kota Madiun. ‘’Bapak Ibu jangan khawatir, kalau memang diterima di sekolah-sekolah yang ada di pinggiran. Saat ini kondisi sekolah satu dengan lainnya tidak begitu berbeda,’’ kata Marhaendra saat meninjau PPDB di SDN 02 Pandean.

Marhaendra pun menegaskan bahwa saat ini tidak ada sekolah favorit. Semua sekolah sama. Hal itu ditandai dengan rolling (perputaran) guru antar-SD dan SMP di Kota Madiun. Sehingga kualitas pendidik pun dipastikan merata. ‘’Jangan sampai ada konotasi seperti dulu, adanya sekolah favorit. Ini harus kita tepis,’’ ujarnya.

Seperti diketahui, PPDB tahap I berlangsung dua hari mulai 29-30 Juni. Tahap I ini dikhususkan untuk jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi kerja orang tua. Kemudian tahap II untuk jalur zonasi dan prestasi nilai rapor dibuka selama tiga hari mulai 1-3 Juli mendatang. ‘’Pengumuman tanggal 7 Juli nanti lewat online dan ditempel di sekolah masing-masing,’’ terangnya. (kid/c1/fin)

Tiga Tahap Tak Laku, Andalkan Sistem Pemenuhan Pagu

PENERAPAN tiga tahap pendaftaran tidak berpengaruh banyak dalam memenuhi pagu penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK di Kota Madiun. Minimnya pendaftar di jalur prestasi akademik maupun non-akademik, afirmasi, dan perpindahan orang tua itu salah satunya di SMAN 04 Kota Madiun. Persentase pendaftaran tahap pertama itu hanya terpenuhi sekitar 19 persen dari pagu yang ditentukan. ‘’Pagu tahap pertama tidak terpenuhi. Semestinya jalur afirmasi 42 peserta didik tapi yang daftar hanya 2 siswa. Pagu perpindahan orang tua seharusnya 13 hanya terpenuhi 2, dan jalur prestasi akademik maupun non-akademik pagunya 13 orang juga hanya tersisi 2,” kata Kepala SMAN 04 Kota Madiun Agus Supriyanto Senin (29/6).

Sisa pagu tahap pertama itu lalu dialihkan pada tahap kedua yakni jalur zonasi. Pagu jalur zonasi yang seharusnya 136 menjadi 198. Namun, pada tahap kedua ini hanya 162 yang terpenuhi. Sehingga pagu pada tahap ketiga yakni jalur prestasi nilai rapor berubah menjadi 100. ‘’Pada tahap terakhir ini juga tidak memenuhi pagu. Hanya 67 calon siswa yang mendaftar,’’ terangnya.

Tidak terpenuhinya jumlah pagu ini disebabkan peserta didik yang ingin mendaftar tidak melihat pagu sebelum mendaftar pada sekolah yang diinginkan. Setelah tidak diterima baru mendaftar di sekolah lain dan tidak tertampung. ‘’Akhirnya mereka berdatangan ke SMAN yang pagunya belum terpenuhi. Padahal PIN pendaftaran sudah tidak bisa digunakan,’’ tuturnya.

Beberapa SMAN lainnya juga tidak memenuhi pagu. Seperti SMAN 05 Kota Madiun, hingga pendaftaran berakhir masih kurang 7 orang. Sedangkan SMAN 06 pagunya tidak terpenuhi 32 orang. Akhirnya, pendaftaran tahap empat dilakukan berdasarkan arahan Cabdindik Madiun yang berpedoman pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia 47/2008 tentang Wajib Belajar 12 Tahun. Seleksinya berdasarkan nilai rapor dan domisili. ‘’Ada sekitar 42 pendaftar di tahap ini. Tapi, sisa pagu tinggal 33 peserta didik. Lalu mereka yang tidak mendapatkan sekolah, kami arahkan ke sekolah lain. Untuk SMAN di Kota Madiun pagunya sudah terpenuhi semua kemarin (29/6),’’ ungkapnya. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close