Hari Pertama Listrik Padam, Peserta UNBK SMA/MA di Tegalombo Panik

35

PACITAN – Sebagian peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA/MA di Pacitan panik. Khususnya di wilayah Kecamatan Tegalombo. Tiga puluh menit setelah mengerjakan soal mata pelajaran (mapel) bahasa Indonesia, para peserta ujian sesi kedua harus mengulang dari awal. Pasalnya, listrik mendadak padam. ‘’Masih bisa diatasi dengan menggunakan genset, tapi sempat molor,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Pacitan Yusuf kemarin (1/4).

Meski sempat terganggu, Yusuf mengklaim secara keseluruhan pelaksanaan UNBK di Pacitan lancar. Apalagi, listrik padam tak terlampau lama. Siswa pun dapat melanjutkan ujian kembali. Sesuai intruksi sebelumnya, seluruh sekolah penyelanggara UNBK memang diminta menyediakan listrik cadangan atau genset untuk mengantisipasi listrik padam. ‘’Langsung kami koordinasikan dengan PLN agar segera diatasi,’’ ujarnya.

Dia menambahkan UNBK 2019 tingkat SMA/MA dan SMK diikuti 5.817 peserta didik. Untuk tingkat SMK telah digelar 28 Maret lalu yang diikuti 3.566 siswa dan telah selesai.  Sebanyak 30 SMK negeri dan swasta menggelar UNBK. Sejumlah siswa SMK didapati izin tak mengaikuti ujian lantaran sakit. Sementara, sekitar 15 lainnya tak mengikuti ujian lantaran telah lama tak masuk sekolah. ‘’Terdiri dari 14 SMK negeri dan 16 swasta,’’ ungkap Yusuf

Sedangkan UNBK SMA bakal berakhir 8 April mendatang. Total 10 SMA terdiri dari delapan SMA negeri dan dua swasta. Sedangkan pesertanya 1.409 pelajar. Sementara UNBK MA dikuti 842 siswa dari 21 lembaga  swasta dan satu negeri. ‘’Tahun ini seluruh sekolah (SMA/MA dan SMK) melaksanakan UNBK,’’ jelasnya.

Bupati Pacitan Indartato kemarin menyempatkan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa sekolah peyelanggara UNBK. Dia menyebut secara umum berjalan lancar. Namun, dia menyayangkan insiden listrik padam di beberapa sekolah yang cukup mengganggu. Pasalnya, meski telah disediakan genset, padamnya listrik turut menggangu jaringan internet sekolah. Akibatnya koneksi internet kurang stabil. ‘’Kondisi geografis kita memang seperti ini. Semoga masalah ini dapat diselesaikan dan tidak terulang,’’ ucap Pak In, sapaan akrabnya.

Pak In berharap, tahun ini seluruh peserta UNBK siswa yang mengikuti ujian dapat mendapat nilai memuaskan. Sehingga, mudah untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Pun dari nilai terendah 5,5 tahun lalu, dia berharap dapat didongkrak. ‘’Kami dorong terus siswa untuk giat belajar dan juga fasilitas yang kurang akan kami usahakan untuk dipenuhi,’’ janjinya. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here