AdvertorialMadiun

Hari Pajak, Momentum Bukti Cinta Indonesia

TUJUH puluh empat tahun yang lalu menjelang kemerdekaan Indonesia, para pendiri bangsa telah membuat landasan fundamental untuk menjamin keberlangsungan Republik ini. Pajak menjadi hasil konsensus kebangsaan yang dilegitimasi dalam tatanan Undang-Undang Dasar Negara. Sepanjang periode kemerdekaan, para pendahulu kita juga telah menanamkan tonggak-tonggak penting untuk menegakkan pemungutan pajak yang berkeadilan sebagai tulang punggung pembangunan. Tanggal 14 Juli 1945 dalam sidang panitia kecil BPUPKI, kata ‘pajak’ muncul pertama kali dalam ‘rancangan UUD Kedua’ pada Bab VII Hal Keuangan – Pasal 23, di mana pada butir kedua menyebutkan: “Segala pajak untuk keperluan negara berdasarkan Undang-Undang”. Tanggal 14 Juli selanjutnya ditetapkan sebagai Hari Pajak.

Rangkaian kegiatan peringatan Hari Pajak dilaksanakan oleh KPP Pratama Madiun. Berbagai kegiatan digelar untuk menjalin sinergi dan kerja sama dengan mitra. Antara lain Kantor Pelayanan Perbendaharan Negara (KPPN) Madiun, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Madiun, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Madiun, PT Pos Indonesia, Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri, Bank Jatim dan PT. Taspen. Kegiatannya meliputi pertandingan volly, donor darah, tausiyah, santunan anak yatim serta tax gathering bersama Wajib Pajak (WP) Prominent dan instansi.

Selain itu juga diselenggarakan kegiatan Bussines Development Services (BDS) bertempat di Pasar Besar Madiun (PBM) dalam rangka pembinaan dan peningkatan kualitas usaha UMKM, khususnya pedagang PBM. KPP Pratama Madiun menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan, KPPN, Bank BRI serta Tax Center Universitas Merdeka Madiun. Peningkatan kualitas UMKM dengan penguatan modal usaha melalui KUR disampaikan oleh Bank BRI. Sedangkan Tax Center UNMER membantu membuat pencatatan usaha untuk mendapatkan KUR dan pemenuhan kewajiban perpajakan UMKM.

Tahun ini peringatan Hari Pajak mengusung tema Bersama Mendukung Reformasi Perpajakan. Program Reformasi perpajakan bertujuan membentuk sistem perpajakan yang kuat, kredibel dan akuntabel yang kemudian bermuara pada peningkatan kepercayaan WP kepada institusi perpajakan, kehandalan proses bisnis dan basis data serta integritas dan produktivitas aparat perpajakan. Program tersebut merupakan upaya mewujudkan high trust society, yaitu masyarakat yang dibangun atas dasar keterbukaan dan rasa saling percaya. Pembenahan secara komprehensif merupakan tujuan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk menjadi institusi dengan kredibilitas tinggi yang mampu memberikan dampak pada peningkatan penerimaan negara sekaligus peningkatan kepatuhan WP.

Reformasi perpajakan tak hanya dijalankan oleh DJP. WP juga diharapkan mendukung reformasi ini melalui keterbukaan dalam melaporkan pajak dengan benar dan jujur. Sehingga, dapat terbinanya rasa saling percaya antara DJP dan WP. Tax Amnesty merupakan tonggak awal WP menjalankan reformasi perpajakan. Reformasi Perpajakan harus diiringi dengan peningkatan kesadaran WP dalam membayar pajak. Tanpa kesadaran membayar pajak penyelenggaraan negara tidak akan berhasil. Maka saat ini, Hari Pajak, kita jadikan momentum yang tepat untuk introspeksi diri, menggugah kembali kesadaran kita sebagai bangsa dan kesadaran atas kewajiban perpajakan kita, serta membuktikan bahwa kita cinta Indonesia dengan membayar pajak dengan jujur dan benar.

Selamat Hari Pajak #pajakkitauntukkita

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close