Madiun

Hari Kedua One Way PB Sudirman: Kecele, Berhenti, Diklaksoni

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tak ada lagi petugas yang berjaga di hari kedua penerapan one way Kamis (26/9). Sejumlah pengendara terlihat waswas ketika melewati selingkaran jalan mulai PB Sudirman yang disatuarahkan tersebut. ‘’Banyak yang bingung. Terutama orang tua yang melaju dari Jalan Bali, biasanya berhenti dulu. Tapi, sekarang kan lampu merahnya sudah tidak nyala lagi,’’ kata seorang penjaja kuliner setempat.

Penjaja makanan yang nyambi driver ojek online (ojol) itu pun merasa kebingungan dengan perubahan arus dadakan dua hari terakhir ini. Sebab, jarak tempuh antar penumpang-pesanan makanan menjadi lebih jauh. Harus berputar dulu ketika dirinya ambil pesanan di restoran cepat saji dan mengantarkannya ke Jalan Semangka. ‘’Dari PB Sudirman harusnya bisa langsung belok ke Jalan Kenari. Tapi sekarang harus muter dulu lewat dr Sutomo, Jalan Seram, Jalan Bali, PB Sudirman timur.  Putar balik baru belok ke Jalan Kenari, terus lanjut sampai Jalan Semangka,’’ ujar pria 31 tahun itu.

Di ruas Jalan PB Sudirman yang diterapkan satu arah itu ada juga pengendara yang masih nyelonong dari arah barat ke timur. Seharusnya, jalan itu hanya diperbolehkan melaju dari arah timur ke barat. Ketidaktahuan pengendara itu tidak dapat dicegah karena tak ada petugas di lapangan. ‘’Masih banyak yang kecele. Ada yang masih berhenti menunggu lampu merah saat hendak belok ke Jalan Kenari. Akhirnya diklaksoni pengendara dari arah timur yang hendak melaju ke barat,’’ kata seorang pedagang rujak.

Dia yang sehari-hari berjualan rujak dari pukul 09.00-15.00 tahu persis perilaku berkendara di dekat lampu merah PB Sudirman. Dia pun berharap one way tak diberlakukan selamanya. Agar ruas PB Sudirman kembali ramai seperti sedia kala. Harapan serupa juga diutarakan seorang pegawai salah satu toko di PB Sudirman. ‘’Berangkat dan pulang kerja harus memutar. Pelanggan juga mengeluh karena ke sininya harus mutar dulu,’’ ujarnya.

Reza Ahmad, seorang nasabah bank, usul agar one way hanya diterapkan saat jalanan macet. Sejak disatuarahkan, nasabah bank itu harus lewat Jalan dr Sutomo, Bali, baru sampai ke bank di PB Sudirman, jika dirinya melaju dari arah Pasar Besar Madiun (PBM). ‘’Ribet, belum terbiasa,’’ kata pemuda 22 tahun itu. (mgd/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close