AdvertorialNgawi

Hari Jadi Ingatkan Pentingnya Protokol Kesehatan

Semua Masyarakat Harus Tetap Sehat

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Menyambut Hari Jadi Ngawi ke-662 ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi berharap semua masyarakat tetap sehat semua. Jangan sampai jumlah yang terdampak Covid-19 kembali bertambah. Yang sudah terpapar dan dirawat di rumah sakit juga segera sembuh. ‘’Momentum ini (hari jadi Ngawi, Red) sangat pas untuk kita saling mengingatkan agar tidak ada lagi yang terpapar virus korona,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Ngawi dr Yudono.

Yudono menegaskan bahwa Coronavirus Disease atau Covid-19 itu benar-benar ada. Dan sampai sekarang, obat maupun vaksin untuk penyakit menular itu masih belum ditemukan. Namun, wabah tersebut sebenarnya bisa dihindari. Caranya yakni dengan selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat. ‘’Sangat mudah dan murah (menghindari Covid-19, Red). Selalu pakai masker, cuci tangan pakai sabun, hindari kerumunan dan selalu jaga jarak atau physical distancing,’’ tuturnya.

Dijelaskan bahwa penularan virus korona itu hanya melalui droplet. Yaitu percikan air saat seseorang batuk atau bersin. Karena itu, menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker dan lainnya sangat penting. Selain untuk melindungi dirinya sendiri juga melindungi orang lain. ‘’Bagi yang sakit, (dengan menggunakan APD, Red) juga tidak akan menulari lainnya, ’’ jelasnya.

Mengenai kebijakan new normal, kata Yudono, masih banyak masyarakat yang salah memahaminya saat ini. Setelah kebijakan itu diterapkan, banyak yang menganggap kondisinya sudah normal dari pandemi Covid-19. Padahal, yang benar sekarang masih proses menuju new normal. ‘’Itu (menuju new normal, Red) kan berarti tidak normal. Karena setelah kebijakan new normal itu diterapkan akan dievaluasi lagi seperti apa, baru normal,’’ paparnya.

Kalau dilihat sekarang, lanjut Yudono, banyak anak muda atau kaum milenial dan sebagian orang tua sudah mengabaikan protokol kesehatan. Banyak yang sudah tidak pakai masker ketika di tempat umum. Menurut dia itu tidak boleh, karena sekarang semuanya masih melalui masa pandemi. ‘’Sekarang itu kita masih berusaha dari kondisi yang tidak normal ke new normal. Artinya hidup normal dengan tatanan baru, karena sekarang pandemi Covid-19 ini masih terjadi,’’ tegasnya.

Apa, sih tatanan baru yang dimaksud itu? Yudono menyebut di antaranya selalu memakai masker, sering cuci tangan pakai sabun, physical distancing dan protokol kesehatan lainnya. Dia menambahkan bahwa penanganan pandemi Covid-19 ini merupakan tanggungjawab bersama. Bukan kewajiban dari tim gugus tugas atau dinas kesehatan setempat saja. ‘’Kami pun sebenarnya hanya sebagai eksekutor yang menangan masalah preventif, kuratif maupun rehabilitatif,’’ ungkapnya.

Sebaliknya, semua masyarakat harus satu persepsi dan bergerak bersama untuk melawan pandemi Covid-19 ini. Langkahnya bisa dilakukan dengan berbagai cara. Selain mematuhi protokol kesehatan, bisa juga dengan melindungi kelompoknya melalui kegiatan penyekatan atau pembatasan akses. Supaya seluruh warganya tidak ikut tertular virus dari luar wilayah mereka. Karena sejauh ini dari total 26 kasus terkonfirmasi positif di Ngawi, semuanya berkaitan dengan masyarakat dari luar daerah. ‘’Dalam momentum hari jadi Ngawi ini, kami dari dinas kesehatan mengajak kepada semua masyarakat untuk sama-sama peduli terhadap keselamatan semua orang, terutama dari ancaman virus korona,’’ pesannya. (tif/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close