Hari Ini Coblosan Pilkades, Begini Kata Bupati Ngawi

60
ALL OUT: Bupati Kanang bersama Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu memeriksa kesiapan pasukan yang akan diterjunkan ke TPS-TPS Jumat (28/6).

NGAWI – Hari ini Ngawi punya gawe besar. Ratusan ribu warga setempat yang tersebar di 178 desa bakal berpartisipasi dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak. Mereka memilih nahkoda desa masing-masing untuk periode hingga enam tahun ke depan.

‘’Ini (pilkades, Red) jadi pembelajaran demokrasi, edukasi berpolitik bagi masyarakat dalam menentukan pemimpin di desanya,’’ kata Bupati Ngawi Budi ‘Kanang’ Sulistyono usai memimpin apel pergeseran pasukan pengamanan di Alun-Alun Merdeka Jumat (28/6).

Kanang menyebut, semua aspek terkait pilkada serentak sudah siap. Baik kepanitiaan maupun logistik untuk pemungutan suara. Pun, faktor keamanan menjadi fokus perhatian. ‘’Karena kerawanan munculnya gesekan itu justru pada hari-hari menjelang pelaksanaan sampai penghitungan nanti,’’ tuturnya.

Kanang meminta petugas keamanan maupun panitia pilkades potensi munculnya gesekan tersebut. Apalagi, pelaksanaan pilkades tahun ini memiliki kompleksitas lebih. Sebab, melibatkan 457 calon dari 178 desa. Sedangkan tempat pemungutan suara (TPS)-nya mencapai 789. ‘’Pengamanan secara maksimal tentu sangat diperlukan, untuk menjaga stabilitas situasi kamtibmas di Ngawi,’’ ujarnya.

Setelah memimpin apel pergeseran pasukan kemarin, Kanang didampingi Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu dan Komandan Kodim (Dandim) 0805 Ngawi Letkol Arh Hany Mahmudhi mengecek kesiapan personel. Juga memastikan semua sarana dan prasana yang dibutuhkan selama pengamaman pilkades siap semua.

Kanang juga membenarkan pengamanan pilkades serentak di Ngawi kali ini melibatkan sejumlah petugas dari daerah lain dan Polda Jatim. ‘’Kalau mengandalkan kekuatan sendiri jelas tidak mampu,’’ tutur Kanang.

Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu meminta kepada semua petugas yang diterjunkan di lapangan untuk tidak underestimate terhadap situasi di sekitarnya. Sebab, meski wilayah rawan sudah dipetakan, potensi munculnya gesekan maupun gejolak masyarakat bisa terjadi di mana saja. ‘’Semua personel harus serius, selalu membuat analisa, dan melaporkannya ke pimpinan,’’ tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ngawi Kabul Tunggul Winarno memastikan semua desa yang menggelar pilkades hari ini sudah siap. Persiapan kepanitian, TPS, maupun logistik pemungutan suara semua sudah klir. ‘’Hasil monev (monitoring dan evaluasi, Red) tidak ada masalah,’’ ujarnya. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here