Magetan

Hari Bumi, Ratusan Kantong Sampah Dievakuasi dari Lawu

MAGETAN – Ratusan pencinta bumi dari Seantero Jawa dan Madura, bahkan ada yang datang dari Lampung berbondong-bondong ke Cemoro Sewu, Magetan. Mereka rela merogoh kocek pribadi untuk biaya transportasi demi memperingati Hari Bumi 2019 yang digelar Paguyuban Giri Lawu (PGL) selama dua hari Sabtu dan Minggu (20/4 dan 21/4). ‘’Total sekitar 250 orang,’’ kata Dwi Iwud, penasihat PGL, Minggu (21/4).

Bahkan, mereka rela tidak dibayar untuk membersihkan sampah di sepanjang jalur pendakian puncak Lawu dan menanam pohon. Sebaliknya, mereka justru membayar untuk mengikuti kegiatan tersebut. ‘’Peserta kami bagi dalam dua kelompok. Mereka yang secara fisik kuat mendaki ke hingga ke puncak untuk bersih-bersih. Sedangkan lainnya menanam pohon di bawah pos 1,’’ ujarnya.

Fokus utama bersih-bersih gunung Lawu ini adalah sampah plastik. Sebab, menurut Dwi, kesadaran para pendaki untuk tidak membuang sampah sembarangan sangat rendah. Padahal, sepanjang tahun, puncak Lawu didaki ribuan orang. ‘’Sampah-sampah itu terbanyak dari pendaki ritual dan pendaki pemula. Kalau pendaki profesional dan terutama dari luar daerah, cenderung lebih safety,’’ ungkapnya.

Setiap peserta bersih-bersih gunung Lawu dibekali selembar trustbag dan sarung tangan. Hasilnya, puluhan kantong sampah plastik seperti bekas botol minuman, kemasan makanan instans hingga tisu basah yang sulit terurai secara alami berhasil dibawa turun para pencinta bumi. ‘’Bahkan, kami juga minta peserta untuk memunguti puntung rokok,’’ jelasnya.

Sedangkan peserta lainnya, Minggu (21/4) kemarin menanam 590 bibit pohon di kawasan hutan Cemoro Sewu yang sempat terbakar beberapa waktu lalu. Para peserta yang berasal dari komunitas maupun indvidu tersebut tampak antusias melaksanakan tugas masing-masing. ‘’Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada para peserta dan panitia,’’ ucapnya.

Hari Bumi diperingati setiap 22 April. Untuk tahun ini, PGL sengaja mengajak masyarakat untuk berpartisipasi. Sedangkan tahun sebelumnya PGL memperingati dengan kegiatan serupa secara internal. ‘’Kali ini yang pertama melibatkan masyarakat. Alahamdulillah, antusisme mereka sangat tinggi,’’ imbuhnya.

Ke depan untuk menyadarkan para pendaki agar tidak membuang sampah sembarangan akan lebih getol disosialisasikan dan diedukasikan. Di antaranya dimulai sejak para pendaki membeli karcis di loket pintu pendakian Cemoro Sewu. ‘’Tentunya secara perlahan-lahan akan kami lakukan demi kelestarian gunung Lawu,’’ jelasnya. (sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close