Harga Lebih Murah, Cabai Kering Lebih Diburu Warga

45
MURAH: Seorang pedagang di Pasar Sayur Magetan menunjukkan cabai kering yang dijualnya kepada konsumen.

MAGETAN – Harga cabai yang melambung membuat para pedagang di pasar tradisional kelabakan. Belakangan ada yang menyiasatinya dengan menyediakan cabai oplosan. ‘’Banyak cabai kering juga diburu oleh konsumen. Karena memang terjangkau,’’ kata Suharti, seorang pedagang di Pasar Sayur Magetan, Jumat (19/7).

Sejak memasuki musim kemarau awal Juni lalu, harga cabai sebenarnya terpantau stabil. Namun, pedagang mematok harga tak seragam. Karena pasokan cabai saat itu dari distributor asal Pacitan dan Ponorogo juga fluktuatif.

Kondisi itu membuat harga cabai di pasar ikut bergerak naik. Suharti, misalnya, awalnya mematok 1 kg cabai rawit Rp 45 ribu, kini Rp 55 ribu. Jika dirata-rata, kenaikan harganya Rp 2–3 ribu per kg tiap pekannya. Namun, ada pula pedagang yang justru menaikkan jadi Rp 60 ribu per kg.

Mahalnya harga cabai rawit itu membuat Suharti tidak bisa kulakan banyak dari distributor. Demi menyiasati hal itu, dia beralih menjual cabai kering. Menurutnya, cabai kering adalah alternatif ketika harga sedang mahal-mahalnya. ‘’Selain sudah kering dan tidak bisa cepat busuk, harganya lebih murah,’’ ungkapnya.

Suharti biasa membeli dari distributor Rp 25 ribu per kg, lalu menjualnya Rp 30 ribu per kg. ‘’Toh, pedasnya sama kok,’’ sebutnya.

Plt Kepala Disperindag Magetan Sucipto telah memantau harga cabai secara serentak di sejumlah pasar. Menurut dia, perlu ada kebijakan pasar, utamanya pedagang dalam kulakan cabai. (mgc/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here