Harga Kebutuhan Pokok Naik, tapi Stok Aman

33

MADIUN – Kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019. Dinas Perdagangan terus memantau harga kebutuhan pokok yang mulai naik. Misalnya, harga bawang dan telur.

Harga bawang merah dibanderol Rp 22 ribu per kilogram, naik Rp 3.500 dari harga sebelumya. Sedangkan, harga bawang putih dari Rp 20 ribu menjadi Rp 22 ribu per kilogram. Kemudian harga telur ayam dari Rp 18.500 menjadi Rp 23 ribu per kilogram.

Sejumlah pedagang di Pasar Sleko dan Pasar Besar Madiun (PBM) berdalih tidak bisa menjual bawang maupun telur ayam sesuai harga eceran tertinggi  (HET) pemerintah. ’’Kulakannya sudah tinggi,’’ kata Suparti, salah seorang pedagang sembako di Pasar Sleko, kemarin (4/12).

Dia mengatakan, kenaikan harga sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Mengacu tahun-tahun sebelumnya, kemungkinan harga komoditas terutama telur kembali mengalami lonjakan mendekati Natal dan Tahun Baru. ’’Kalau telur kayaknya masih ada kenaikan lagi. Soalnya kalau bulan-bulan Desember gini seperti tahun-tahun sebelumnya memang ada kenaikan harga,’’ ujar Suparti.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Gaguk Hariyono mengatakan, ada kenaikan harga pada sejumlah komoditas. Meski begitu, kenaikan harga masih tergolong kondusif. Artinya, tidak ada gejolak di masyarakat. Gaguk memastikan, hingga momen Natal dan Tahun Baru nanti, stok kebutuhan bahan pokok di Kota Madiun tercukupi. ’’Jaminan Natal sampai Tahun baru stok aman. Saya berharap tidak ada kenaikan yang signifikan,’’ kata Gaguk.

Kendati begitu, sejumlah komoditas lain ada yang mengalami penurunan harga. Di antaranya gula pasir Rp 10.500 per kilogram, beras IR 64 Rp 10 ribu, daging ayam broiler Rp 32 ribu, dan daging sapi Rp 110 ribu per kilogram.

Menyikapi persoalan tersebut, Pemkot Madiun beserta Bulog menggelar operasi pasar (OP) murni. OP dilaksanakan di lima titik lokasi, yakni di Pasar Sleko, Pasar Besar, dan tiga kecamatan se-Kota Madiun mulai hari ini (5/12).

Wakil Kepala Bulog Sub Divre Madiun Andromeda mengatakan, OP sengaja dilaksanakan untuk menstabilkan harga di pasaran. Ini karena momen Natal dan Tahun baru dimungkinkan terjadi lonjakan permintaan terhadap kebutuhan pokok. Karena itu, pihaknya berharap melalui OP murni harga di pasaran bisa stabil. Sebab, Bulog menjamin stok aman. ’’Untuk stok jangan khawatir,’’ ucapnya.

Kepala BI perwakilan Kediri Joko Raharto meminta masyarakat tidak merasa panik terhadap kebutuhan pokok di Kota Madiun. Ini karena stok cukup melimpah. Namun demikian, masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembelian dalam jumlah banyak atau panic buying. ’’Bahwa stok cukup bagi masyarakat. Jadi, jangan takut,’’ tegasnya.

Adapun komoditas yang disediakan dalam OP adalah beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, dan telur. Untuk beras jenis premium kemasan 5 kilogram dijual Rp 55 ribu, telur ayam Rp 21.500 per kilogram, serta gula pasir Rp 10 ribu per kilogram. Lalu, minyak goreng dibanderol Rp 12 ribu per liter dan tepung terigu Rp 7.500 per kilogram.

Sebagai gantinya, lanjut Joko, dalam OP kali ini pihaknya memberikan bantuan ongkos angkut terhadap komoditas yang dijual. Bahkan, harga yang dibanderol pun di bawah harga pasaran. Sejumlah komoditas itu di antaranya beras, gula pasir, telur, tepung, dan minyak goreng. ‘’Jadi, ada bantuan biaya ongkos angkut sehingga harganya sedikit di bawah harga pasar tetapi tidak merusak harga pasar,’’ ungkap Joko.

Karena itu, OP sengaja dilaksanakan agar harga komoditas stabil. Bahkan, OP tidak hanya dilaksanakan di Pasar Sleko dan PBM, tetapi juga di tiga kecamatan se-Kota Madiun, meliputi Taman, Manguharjo, dan Kartoharjo. ’’Ya, tentunya agar lebih dekat dengan masyarakat,’’ tutur Joko. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here