EkonomiMadiun

Harga Daging Ayam Kerek Inflasi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Daya beli masyarakat Kota Madiun bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Badan pusat statistik (BPS) setempat mencatat inflasi bulan ini sebesar 0,20 persen. Naik 0,19 persen dibandingkan bulan sebelumnya. ‘’Sudah membaik sejak Mei yang mengalami deflasi karena pendapatan masyarakat turun,” kata Kepala BPS Kota Madiun Umar Sjaifudin Kamis (2/7).

Umar menyebut, sumbangan inflasi terbesar pada kenaikan harga dua komoditas. Yakni, daging ayam ras dan telur ayam ras. ‘’Kalau harga daging ayam ras tidak naik, mungkin inflasi Juni tidak sampai 0,20 persen,’’ ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Gaguk Hariyono membenarkan kenaikan harga daging ayam ras. Yakni, naik Rp 5.000 dari normalnya Rp 38 ribu per kilogram. Sementara, telur ayam ras di kisaran Rp 24 ribu per kilogram. Penyebab kenaikan, banyak restoran, warung makan, pedagang kaki lima (PKL), dan hajatan sudah diperbolehkan. ‘’Padahal, sebelumnya harga daging ayam ras turun drastis hingga beberapa peternak memilih memberikan gratis,’’ ungkapnya. (mg3/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close