Magetan

Harga Cengkih Merosot Tajam, Petani Menduga Ulah Para Tengkulak

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Masa panen kelabu dirasakan para petani cengkih di Magetan. Mereka mengeluhkan anjloknya harga jual rempah-rempah itu di tingkat pasar. Cengkih kering misalnya, dari sebelumnya seharga Rp 100 ribu per kilogram kini menjadi Rp 40 ribu. Sedangkan, cengkih basah sekitar Rp 19 ribu. ‘’Kalau kami kan panen sekali setahun, bedanya tak jauh,’’ kata Sucipto, salah seorang petani cengkih asal Desa Gonggang, Poncol, Magetan, Minggu (28/7).

Kendati begitu, Sucipto tak tahu apa yang menjadi alasan harga cengkih makin merosot. Padahal, kebutuhan produsen dan konsumen akan cengkih meningkat. ‘’Ada dugaan karena dipicu permainan harga oleh para tengkulak. Karena kasus ini menyeluruh di berbagai daerah, tidak hanya terjadi di Magetan,’’ ungkapnya.

Agar tak terlalu merugi, dia beserta petani cengkih lainnya memutuskan untuk menyimpan sebagian hasil panen mereka saat ini. Sucipto mengaku bakal menjual sisa cengkih hasil panennya itu saat harga di tingkat pasar naik. ‘’Biaya perawatan yang kami keluarkan besar. Belum lagi kalau terkena virus dan penyakit. Kami tunggu sampai harga cengkih stabil di tingkat pasar,’’ terang Sucipto.

Sementara itu, pihak pemerintah desa (pemdes) Gonggang belum mengambil sikap terkait masalah yang dihadapi para petani cengkih di wilayahnya. Mereka beralasan karena keluhan itu hanya dirasakan oleh sebagian petani. Sehingga, pemdes merasa belum perlu melaporkan persoalan tersebut ke Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP). ‘’Tapi, tetap kami awasi juga, kalau dampaknya memang meluas, akan segera kami laporkan,’’ kata Kades Gonggang Kusnaini.

Dia mencatat ada sekitar 150 petani yang memiliki pohon cengkih lebih dari 50 batang di Desa Gonggang. Jumlah itu belum termasuk mereka yang hanya menanam satu atau dua pohon cengkih. Tetapi, Kusnaini mengungkapkan tidak semuanya melaporkan adanya keluhan soal serangan virus cengkih. Namun, banyak petani yang mengeluhkan harga cengkih yang anjlok. ‘’Terkait tanaman, beberapa masih ditangani sendiri karena kasusnya hampir sama dengan tahun–tahun sebelumnya,’’ tuturnya. (fat/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close