Harga Cabai Kian Pedas

117

MADIUN – Tren inflasi rendah diprediksi terjadi pada pengujung akhir tahun. Sebelumnya, pada November lalu besaran inflasi Kota Madiun berkisar 0,34 persen. Di mana angka inflasi itu di atas Jatim dan nasional. ’’Tapi, inflasi diperkirakan masih terkendali. Karena berdasar pantauan terhadap komoditas bahan pangan, stok terbilang aman,’’ kata Kepala Kantor Perwakilan (Kanwil) Bank Indonesia Kediri Djoko Raharto kemarin (19/12).

Yang jelas, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memastikan suplai komoditas bahan pangan di Kota Madiun untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru 2019 (Nataru) masih mencukupi. Komoditas pangan strategis tersebut, antara lain, beras, cabai, bawang, telur, dan daging ayam ras. ‘’Kalaupun ada kenaikan (harga bahan pokok), tidak terlalu signifikan. Karena pasokan cukup, sementara permintaan (konsumen) stabil,’’ terang Djoko.

Sampai dengan saat ini, tidak ada kenaikan administered price. Baik berupa bahan bakar minyak (BBM), listrik, maupun elpiji 3 kilogram. Dengan demikian, harga-harga bahan pangan tidak bergerak naik. ’’Kalau harga cabai saat ini naik, itu lebih disebabkan sekarang memang bukan musim tanam. Sehingga, pasokan sedikit kurang. Tapi, secara umum relatif aman,’’ ujarnya.

Wakil Kepala Bulog Sub Divre IV Madiun Andromeda menyatakan, stok beras di tempatnya saat ini ada sekitar 11 ribu ton. Stok itu diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan beras masyarakat hingga Maret 2019. ’’Saat operasi pasar (OP) lalu, stok yang terjual ke masyarakat juga tergolong tinggi mencapai 586 ton,’’ ungkapnya.

Kendati tren inflasi diprediksi terkendali sampai akhir tahun 2018, namun Dinas Perdagangan Kota Madiun mencatat sejumlah harga bahan pokok di Pasar Sleko dan Pasar Besar Madiun (PBM) terpantau naik.

Misalnya, harga cabai keriting terpantau naik Rp 1.500. Dari sebelumnya Rp 23.000 menjadi Rp 24.500 per kilogram. Kemudian harga cabai keriting naik sekitar Rp 5.000. Dari sebelumnya Rp 30.000 menjadi Rp 35.000 per kilogram. Hal serupa juga terjadi pada komoditas bawang putih. Dari sebelumnya seharga Rp 15.000, naik menjadi Rp 16.000.

Kepala Dinas Perdagangan Gaguk Hariyono mengungkapkan, mengacu hasil monitoring, harga beberapa komoditas bahan pokok tercatat stabil. Pada data per 19 Desember 2018, bahan pokok yang harganya stabil, antara lain, beras, minyak goreng, dan gula pasir.

Bahkan, komoditas beras malah menunjukkan tren menurun. Berdasar tren yang terjadi, ada perubahan pola dibandingkan momen yang sama beberapa tahun terakhir. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here