Harga Bahan Pokok Saat Ini Turun, Nanti Naik Lagi

20

PACITAN – Selain sidak produk mamin yang melibatkan pihak Bakorwil Madiun, Disperindag Pacitan juga memantau harga kebutuhan bahan pokok (bapok). Hasilnya, beberapa komoditas pangan turun harga signifikan. ‘’Bawang putih kating yang pada awal Ramadan langka harganya sampai Rp 60 ribu per kilogram. Saat ini Rp 45 ribu,’’ kata Kabid Perdagangan Disperindag Pacitan Lilik Kusmiati Selasa (14/5).

Penurunan tersebut, ungkap Lilik, lantaran panen raya di beberapa daerah penghasil. Itu juga berlaku untuk bawang merah. Pada awal Ramadan lalu permintaannya tinggi namun tak dibarengi pasokan memadai. Setelah panen beberapa hari terakhir harga merosot. ‘’Di Nganjuk sudah panen, sekarang harganya Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per kilogram. Tergantung kualitasnya,’’ ujarnya.

Meski sebagian besar harga bapok stabil, gula pasir justru langka. Di Pasar Minulyo misalnya, beberapa pedagang kehabisan stok. Tak hanya kemasan, gula pasir curah juga minim pasokan. Lilik menduga lantaran tingginya permintaan jelang Lebaran. ‘’Untuk gula curah berkisar Rp 12 ribu per kilogram. Sedangkan gula kesamasan langka karena diborong pembeli untuk persiapan Lebaran,’’ ungkap Lilik.

Untuk operasi pasar (OP) pihaknya telah melakukan sejak beberapa waktu lalu. Lokasinya bergiliran di 12 kecamatan. Rencananya, hari ini di dua kecamatan sekaligus yakni Pacitan (kota) dan Pringkuku. Lusa, bakal digelar di dua kecamatan terakhir yakni Kebonagung dan Tulakan. ‘’Itemnya kami siapkan beras, minyak goreng dan gula pasir,’’ tambahnya.

Pihaknya sempat berencana menggelar OP bawang putih dalam partai besar bukan eceran. Namun, dari hasil survei, komoditas kurang diminati pembeli. Mereka khawathir jika harus dijual ulang ternyata turun harga. ‘’Akhirnya kami batalkan dan dan kami gelar pasar murah hanya tiga item tersebut,’’ bebernya.

Hanung Prasetiyo, salah seorang pedagang di Pasar Minulyo, harga bapok bakal kembali naik beberapa hari ke depan. Itu seiring semakin mendekatinya Lebaran. Dari tahun ke tahun, kata dia, ritmenya seperti ini. Jika permintaan tinggi harga bakal kembali melonjak. ‘’Pertengahan puasa pasti harga turun. Mendekati Lebaran naik lagi,’’ sebutnya. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here