Ngawi

Harap Cemas Tunggu Bantuan, 36.897 UM Diusulkan Tersentuh BPUM

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Puluhan ribu pelaku usaha mikro (UM) di Ngawi harap-harap cemas. Mereka belum mendapatkan bantuan modal Rp 2,4 juta dari pemerintah pusat tanpa alasan yang jelas. ‘’Tugas kami hanya membantu mengusulkan. Sedangkan proses verifikasinya kewenangan pusat,’’ kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop-UM) Ngawi Harsoyo Selasa (29/9).

Hingga ditutup dua pekan lalu, jumlah pemohon bantuan presiden produktif usaha mikro (BPUM) yang diusulkan dinasnya sebanyak 36.897. Itu belum termasuk pemohon yang mengajukan bantuan melalui Perum Pegadaian, Himpunan Bank Negara (Himbara), dan koperasi. ‘’Kalau total UMKM yang terdata di kami sekitar 38 ribu,’’ sebutnya.

Sayang, dari 36.897 UM yang diusulkan itu tidak sampai separonya yang sudah bisa dipastikan bakal menerima bantuan. ‘’Sampai hari ini yang sudah pasti menerima bantuan ada 13.947,’’ ungkapnya. ‘’Jumlahnya masih jauh dari yang diusulkan karena proses verifikasi belum selesai,’’ imbuh Harsoyo.

Di luar 36.897 pemohon bantuan yang diusulkan, berkas beberapa UM masih ditampung dinasnya. Hal itu karena mereka menyodorkan data setelah masa pengusulan ditutup. Pihaknya sengaja tidak menolak pengajuan lantaran berharap ada pendaftaran susulan. ‘’Kita tunggu saja. Kalau kuota sebanyak 12 juta penerima itu belum terpenuhi, masih mungkin dibuka lagi,’’ tuturnya.

Terlepas dari program BPUM itu, Harsoyo memastikan tidak ada UM di Ngawi yang sampai gulung tikar akibat terdampak pandemi Covid-19. Bahkan, pendapatan para pelaku usaha telah berangsur membaik. ‘’Sudah mencapai 80 persen, artinya sudah akan kembali ke kondisi normal,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close