Hanya Tersisa Pakaian yang Menempel di Badan

149

PACITAN – Wayan Rama Pranata, Fitri Anasari, dan Alisa Ananta tampak termenung. Tatapan mata tiga bersaudara itu kosong. Mereka masih tidak percaya rumah yang ditempati kini menjadi arang dan abu pasca terbakar Selasa lalu (30/10). Nyaris tak ada barang yang terselamatkan.

Bayangan buku dan peralatan sekolah lainnya serta mainan yang ikut ludes dilalap api sesekali melintas di benak mereka. ‘’Sudah nggak ada semuanya, yang ada tinggal ini,’’ kata Wayan sembari menunjukkan tas dan seragam merah putih di dalamnya.

Kondisi serupa dialami si bungsu Alisa. Api menghanguskan pakaian dan peralatan sekolah miliknya. Hanya seragam olahraga yang masih tersisa. ‘’Saat kebakaran itu kebetulan sedang jadwalnya olahraga,’’ ujarnya.

Poni, ibu ketiga bocah itu, tak luput meratapi kebakaran yang menghanguskan rumahnya. Meski begitu, dia bersyukur keluarganya selamat dari insiden tersebut. Pasalnya, saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong. ‘’Saya di kelurahan, ada pembagian sembako. Sedangkan suami antar anak-anak ke sekolah. Sementara, ibu saya di rumah tetangga,’’ terangnya.

Amuk si jago merah membuat Poni kehilangan harta bendanya. Termasuk sejumlah dokumen seperti ijazah, surat nikah, dan sertifikat tanah. Juga beberapa perhiasan. ‘’Padahal, rencananya rumah ini bulan depan diperbaiki,’’ tutur istri Susilo itu sembari menyebut saat mengetahui rumahnya terbakar sempat pingsan.

Kondisi rumah yang tinggal abu memaksa Poni dan keluarganya menumpang di rumah kerabat, masih di Dusun Nongko, Petung Sinarang, Bandar. ‘’Harapannya ada bantuan dari pemerintah untuk membangun kembali rumah ini,’’ ucapnya. (mg6/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here