Hanya Sebatas Pembinaan, Tak Sampai Penutupan Usaha

90

MAGETAN – Pemkab Magetan seperti ciut nyali untuk menertibkan aktivitas warung remang-remang (warem) di kawasan Pasar Produk Unggulan (PPU) Maospati. Sekalipun bangunan ruko itu sudah beralih fungsi. ‘’Memang beberapa ruko di tempat tersebut sebagian telah di jadikan warung kopi (warkop),’’ kata Kasi Pengelola Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan, Sudarmaji kemarin (1/3).

Pihaknya mengaku sebenarnya sudah berkoordinasi dengan satpol pp pasca sidak beberapa hari lalu. Seperti memberikan pembinaan kepada pemilik warung. ‘’Pada dasarnya sesuai perda, izin aktivitas di PPU beroperasi dari pukul 06.00–16.00,’’ ungkap Sudarmaji.

Meski sudah melanggar jam operasional dan beralihnya fungsi bangunan, namun pihak disperindag belum berani memberikan sanksi penutupan usaha bagi pemilik warung di kawasan PPU. Belum lagi, dari 70 bangunan ruko yang sebenarnya difungsikan sebagai tempat penjualan produk unggulan daerah, hanya 8 unit kios saja yang mempunyai izin usaha.

Kendati begitu, Sudarmaji menjanjikan pengawasan ekstra terhadap aktivitas warung di PPU. ‘’Karena kasus ini sudah terjadi beberpa tahun lalu dan kini kembali terulang lagi, kami akan lakukan pemanggilan dan pembinaan,’’ terangnya. (mgc/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here