Hanya Disediakan Pembatas dan Tiang Kios di Pasar Penampungan

8

PACITAN – Revitalisasi Pasar Arjosari, Pacitan, tak semulus yang dibayangkan. Terutama dampaknya bagi pedagang. Sebab, boyongan ke pasar penampungan sementara di stadion Arjosari, membuat mereka tekor. Terutama, para pedagang pakaian. Mereka harus merogoh kocek lebih dalam untuk membangun lapak secara mandiri.

Pasalnya, pihak pengelola hanya menyediakan pembatas dan tiang kios. Sehingga, kebutuhan lain, mulai biaya pindahan hingga penataan kios diserahkan pada masing-masing pedagang. ‘’Habis satu juta lebih,’’ ujar Iyem, salah seorang pedagang pakaian kemarin (12/4).

Di pasar penampungan, Iyem mendapat dua kios berukuran 3×2 meter. Itu hanya separo dari kiosnya di Pasar Arjosari. Plus harus membangun dinding dan alas dagangannya. Termasuk pintu troli untuk menutup kios. ‘’Kalau gak diberi alas dan dinding gimana mau jualan? Kalau di bawah dagangan bisa rusak,’’ ungkapnya.

Jika tak ditata lapaknya bakal tak diminati pembeli. Apalagi, kiosnya sempit sehingga tampak kumuh. Sehingga, sejumlah dagangan ditinggal di rumah. ‘’Gak semua dagangan bisa dibawa, karena tempatnya sempit,’’ tuturnya.

Seemnetara Solikin, pedagang ayam potong, santai menyikapi perpindahan pasar. Pasalnya, untuk buka lapak dia hanya butuh meja untuk meletakkan dagangan. Pun tak butuh tempat penyimpanan lantaran setiap hari dagangannya dibawa pulang jika tidak habis. ‘’Kalau sayur dan daging lebih gampang. Sudah disedikan lapak tinggal ngatur sendiri,’’ ujarnya.

Solikin berharap proses pembangunan kembali Pasar Arjosari selesai lebih cepat dari target. Pasalnya delapan bulan dianggap terlalu lama. Sebab, pasar sementara yang sesak membuat para pembeli tak nyaman berbelanja. ‘’Sebenarnya butuh ditata lagi. Kalau lebih luas lebih bagus,’’ ungkapnya

Senada dirasakan Rosita salah seorang pembeli. Lokasi pasar yang sempit membuatnya kesulitan berbelanja. Pun jarak antarjenis dagangan terlalu dekat. Sehingga tak jarang bau daging ayam merebak hingga ke kios pakaian. ‘’Perlu diatur lagi. Apalagi kalau hujan pasti becek di sini,’’ katanya. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here