Hangatkan Ruangan, Rumah Kebakaran

52

PACITAN – Boniyem yang sudah mulai pikun berkeras mengingat detik-detik kebakaran rumahnya yang berlangsung sekitar pukul 07.00 kemarin (3/12). Nenek 80 tahun itu yakin, sebelum berangkat mengambil sembako di Balai Desa Punjung, Kebonagung, api penghangat ruangan yang dibuatnya dari abu dan arang sudah dipadamkan. ‘’Setelah matikan bludukan-nya (penghangat api, Red), saya berangkat,’’ katanya.

Kebakaran menghanguskan separo rumah Mbah Sipo, sapaan akrab Boniyem. Rumah di Dusun Pringroto yang didominasi kayu itu pun hangus. Mulai bagian atap, dinding, serta perabotan rumah. Salah satu dinding kayu itu pun dijebol lantaran membahayakan. ‘’Separo ruangan depan hangus. Juga kasur, dipan, dan dinding,’’ timpal Miseno, anak Mbah Sibo.

Menurut Miseno, sebelum kebakaran ibunya berinisiatif menyalakan penghangat ruangan tradisional tersebut. Miseno menduga, upaya mengusir dingin itulah yang berujung pada kebakaran. ‘’Di sini tak ada listrik, sudah lama diputus jadi gak mungkin korslet,’’ ujarnya.

Kebakaran rumah yang sempat ditinggal pemiliknya itu sempat menggegerkan warga setempat. Warga pun bergotong royong memadamkan amukan si jago merah yang terus membara menggunakan peralatan seadanya. Miseno menaksir kerugian materi atas kebakaran di rumah ibunya mencapai puluhan juta. Hari ini (4/11) kayu yang hangus bakal diganti bambu dan beratapkan genting tanah. ‘’Saya suruh dia pulang saja. Saya yang ambil sembako,’’ tuturnya. (mg6/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here