Halau Parkir Ilegal, Dishub Pasang Water Barrier di Depan Plaza Lawu

126

MADIUN – Sterilisasi parkir di depan Plaza Lawu diterapkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun. Kemarin (8/1) mereka memasang water barrier untuk menghalau parkir ilegal di kawasan tersebut.

Sebab, keberadaan parkir di depan pusat perbelanjaan baru itu turut menyumbang kemacetan di ruas Jalan Kalimantan. Padahal, jalan tersebut sangat vital karena menjadi akses bagi kendaraan yang ingin keluar dari Jalan Pahlawan.

Kepala Dishub Kota Madiun Ansar Rasidi mengatakan, penertiban sengaja dilakukan menindaklanjuti laporan dari masyarakat. Karena kondisi parkir yang ada di depan Plaza Lawu itu terkesan semrawut. Terlebih juru parkir (jukir) di kawasan tersebut memanfaatkan bahu jalan sebagai lahan parkir kendaraan. ’’Dilakukan penertiban supaya pengguna jalan di sekitar Jalan Kalimantan dan Jalan Pahlawan lebih nyaman,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Jauh hari sebelumnya dishub telah memberikan toleransi terkait penataan parkir di kawasan tersebut. Pihaknya memberikan peringatan kepada pengelola parkir di depan Plaza Lawu untuk melakukan penataan setelah pergantian malam tahun baru. ’’Tapi, ternyata kok masih semrawut. Karena itu, kami harus melakukan tindakan tegas,’’ ujar Ansar.

Diakuinya, keberadaan parkir di depan pusat perbelanjaan itu memang dikelola oleh seorang koordinator. Bahkan, sistem pengelolaan parkir dari segi tarif di kawasan tersebut sudah sesuai aturan. Hanya, persoalannya penempatan parkir kendaraan di kawasan tersebut dianggap sembarangan.

Ansar menjelaskan, trotoar dan tikungan jalan memang tidak diperkenankan sebagai tempat parkir. Sedangkan, fakta di lapangan kondisi parkir di kawasan tersebut memang melanggar ketentuan yang dimaksud. Sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas. ’’Kesalahannya ada pada penataan parkir. Karena parkir roda dua maupun empat tidak berada pada tempatnya,’’ terang Ansar.

Oleh sebab itu, pihaknya sengaja memasang water barrier di kawasan tersebut. Sekaligus menjadi bagian dari peringatan dan sosialisasi kepada para pengelola parkir di depan Plaza Lawu. ’’Kawasan ini tidak boleh ditempati sebagai lahan parkir. Tapi, selanjutnya tanpa adanya pemasangan water barrier akan kami tindak,’’ tegasnya.

Ansar mengatakan, ada beberapa tindakan yang bakal pihaknya lakukan apabila mendapati tikungan Jalan Kalimantan itu digunakan kembali sebagai lahan parkir. Paling ringan sanksi penindakannya adalah penggembosan roda ban kendaraan oleh petugas dishub. Sedangkan, sanksi penindakan paling berat adalah penggembokan yang berujung denda. ’’Bolehlah kami ingatkan untuk saat ini. Tapi, kalau seandainya nanti ada parkir di tempat ini, langsung kami gembosi,’’ tekannya.

Selain di depan Plaza Lawu, rencananya penertiban serupa bakal diberlakukan di seputaran alun-alun Kota Madiun. Persisnya operasional parkir yang berada di sebelah utara Jalan Alun-Alun Timur atau depan kantor Pemkab Madiun lama. ’’Termasuk Jalan Pahlawan dan Jalan Cokroaminoto,’’ ungkap Ansar.

Di sejumlah lokasi tersebut, Ansar menyatakan bakal menerapkan sanksi penggembosan terhadap kendaraan roda dua serta penggembokan bagi kendaraan roda empat yang melanggar aturan parkir. Jika penindakan tersebut tidak segera dilakukan, dikhawatirkan akan terjadi penyempitan jalan secara berkelanjutan yang mengganggu kelancaran lalu lintas. ’’Jukir sudah kami peringatkan sebelumnya. Kalau ketika kami gembosi ternyata oleh pemiliknya tidak boleh, ya salahkan jukirnya,’’ ucapnya.

Di saat bersamaan, Satpol PP Kota Madiun juga menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Kalimantan. Dua gerobak diangkut lantaran ditinggal pemiliknya. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here