Halau Massa yang Tidak Terima Hasil Pemilu 2019

161

PACITAN – Anarkistis puluhan massa tak terbendung. Mereka tak terima hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Alun-alun Pacitan pun jadi lokasi pelampiasan amarah mereka. Ada yang membawa ban bekas dan dibakar. Untuk meredam aksi yang kian memanas tersebut Polres Pacitan menerjunkan tim pengendali massa (dalmas). Para petugas yang berseragam lengkap tersebut membawa perisai untuk menahan amuk massa.

Petugas dibuat kewalahan dengan aksi beringas massa. Bahkan, gas air mata pun ditembakan guna membubarkan mereka. Namun, mereka bergeming. Enggan mundur. Tembakan gas air mata justu membuat masa kian kalap. Mereka melempari petugas dengan benda apa saja. Satu unit mobil pemadam kebakaran terpaksa dikerahkan guna menyemprot massa.

Tak ingin kembali kecolongan, petugas mengeluarkan tembakan peringatan guna membubarkan aksi anarkistis tersebut. Cara itu cukup jitu. Massa mulai kocar kacir dan beberapa dalang kericuhan diamankan. ‘’Ini merupakan gladi pengamanan pemilu,’’ kata Kapolres Pacitan AKBP Sugandi kemarin (11/4).

Simulasi tersebut, lanjut Sugandi,  guna mengantisipasi kerawanan gangguan keamanan pemilu. Pihaknya sengaja menyimulasikan pencegatan distribusi surat suara, gangguan di tempat pemungutan suara (TPS) hingga masa yang tak terima hasil pemilu. Pun sebagai evaluasi kesiapan petugas gabungan serta pengawas pemilu di lapangan kelak. ‘’Diasumsikan ada beberapa ancaman dan gangguan kamtibmas. Tujuannya, melatih petugas Polri-TNI, satpol PP, dan Bawaslu,’’ jelasnya.

Meski berdasarkan pemetaan Pacitan tergolong kurang rawan, namun pihaknya enggan berleha-leha. Sedikitnya, 406 petugas gabungan bakal disebar untuk mengamankan pemilu mulai dari distribusi hingga usainya pencoblosan kelak. Tiap 10 TPS bakal dijaga dua personel selain petugas keamanan di setiap TPS. ‘’Formasi tersebut sesuai protap pengamanan Pemilu 2019,’’ ungkap Sugandi.

Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono berharap sistem pengamanan pemilu tersebut bakal mendongkrak tingkat partisipasi pemilih. Pun tingkat kerusakan suara dapat ditekan. Pihaknya menyinggung potensi sulitnya medan di beberapa TPS. Sehingga diharapkan petugas pengamanan turut mengantispasinya. ‘’Semoga dengan pengamanan ini bakal menekan angka kerawanan di Pacitan,’’ ucapnya.

Diketahui, terdapat 1.971 TPS yang tersebar di 12 kecamatan, ditambah dua TPS terkonsentrasi di lapas dan Ponpes Tremas Arjosari. Terbanyak, Kecamatan Tulakan dengan 274 TPS yang tersebar di 16 desa. Disusul Kecamatan Pacitan (kota) dengan 239 TPS di 25 desa/kelurahan. Terendah, Kecamatan Pringkuku dengan 113 TPS di 13 desa. Dari lima jenis surat suara, masing-masing terdiri dari 480.483 lembar. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here