Hakam Mabruri Tuntaskan Misi Jelajahi Afrika dengan Sepeda

18
JELAJAHI DUNIA: Hakam Mabruri foto di depan kantor biro Jawa Pos Radar Ngawi.

Predikat manusia berotot baja layak disematkan kepada Hakam Mabruri. Bagaimana tidak, pria asal Kabupaten Malang itu pada 2016 lalu bersepeda hingga Mesir. Tahun ini Hakam berniat melanjutkan misinya gowes hingga Afrika Selatan.

==================

LATIFUL HABIBI, Jawa Pos Radar Ngawi

PEMANDANGAN di kantor biro Jawa Pos Radar Ngawi Senin pagi (16/9) beda dari biasanya. Tampak sejumlah pegawai berpakaian dinas lengkap. Mereka sengaja datang bukan karena ada keperluan dengan kru kantor. Melainkan untuk mendengarkan kisah Hakam Mabruri. Warga Bululawang, Kabupaten Malang, itu bakal menjelajah benua Afrika dengan sepeda pancal.

Hakam bertolak dari Kabupaten Malang pada Selasa lalu (10/9). Sedianya dia bersepeda menuju Jakarta sebelum bertolak ke Mesir. Hakam mengendarai sepeda MTB warna hitam yang penuh tas di bagian depan maupun belakangnya.

Setelah enam hari menempuh perjalanan, Hakam sampai di Bumi Orek-Orek dan menyempatkan diri singgah sementara. Selain mampir ke pendapa, dia juga sempat bertandang ke kantor biro Jawa Pos Radar Ngawi kemarin sekitar pukul 10.30.

Ini bukan kali pertama Hakam menjelajah lintasnegara dengan sepeda. Pada 2016 lalu, dia berangkat ke Tanah Suci menunaikan ibadah umrah dengan mengendarai onthel. Misi itu berhasil dituntaskan Hakam bersama sang istri dalam waktu 14 bulan.

Start dari tanah air akhir 2016 dan sampai di Arab Saudi Ferbuari 2018. Kini, Hakam ingin melanjutkan misinya dari Kairo, Mesir, ke Tanjung Agulhas, Afrika Selatan. Misinya itu dia beri nama holy journey, a journey that never ends from Egypt to South Africa. ‘’Mulai suka gowes 2011. Diajak teman,’’ ujarnya.

Sejak itu, waktunya banyak dihabiskan untuk gowes. Bahkan, Hakam sempat beberapa kali mancal sampai ke luar pulau. Mulai Palembang hingga Flores. Pada 2012 lalu, dia melakukan misi pertama yang dinamai Save Our Turtle (selamatkan penyu kita). Melintasi sejumlah negara di Asia Tenggara. ‘’Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan sekitarnya,’’ sebutnya.

Setelah menikah pada 2013 lalu, Hakam sempat lama vakum bersepeda. Keinginannya bersepeda baru muncul lagi pada akhir 2016. Dia melakukan misi baru menjelajah Asia Selatan dan Afrika yang dinamai Moeslim for Peace. ‘’Waktu itu bersepeda bersama istri,’’ ungkapnya.

Misi penjelajahannya itu berhasil dia tuntaskan pada Februari 2018 lalu. Total waktu yang dibutuhkan Hakam untuk menjelajah Indonesia sampai Mesir kala itu 14 bulan. ‘’Tahun ini mau saya lanjutkan sampai Afrika Selatan. Misinya, menyebarkan perdamaian dengan bersepeda,’’ ujar Hakam.

Untuk misi terbarunya itu Hakam menargetkan dalam waktu satu tahun sudah tuntas. Itu tidak terlepas dari persiapan yang lebih matang daripada misi sebelumnya. ‘’Saya kira tidak akan serumit sebelumnya,’’ sebutnya.

Dalam menjalani misi sebelumnya memang ada beberapa kendala yang dihadapi Hakam. Mulai faktor administrasi hingga kendala teknis di perjalanan. ‘’Sekarang semua berkas sudah saya kirim ke Jakarta, ada yang mengurus visanya di sana. Kalau sudah klir baru saya berangkat (ke Kairo, Mesir),’’ paparnya.

Soal kendala teknis, Hakam tidak risau lagi. Biasanya di perjalanan banyak orang yang memberikan pertolongan. Justru yang dia khawatirkan soal pengadaan logistik. ‘’Karena ada beberapa titik yang saya lalui nanti tidak ada kampung sama sekali,’’ ungkap pria 37 tahun itu.

Meski cuaca Afrika dikenal panas, bagi Hakam bukan persoalan. Ketika menjalani misi sebelumnya, dia pernah melintas di wilayah Jordania yang memiliki suhu mencapai 45 derajat Celsius. ‘’Bersepeda itu lebih bisa beradaptasi dengan suhu udara karena perubahannya sedikit demi sedikit,’’ jelasnya.

Pada misi sebelumnya, Hakam tidak pernah berganti sepeda. Hanya ada beberapa spare part yang perlu diganti. Paling banyak rantai dan kampas rem. Sedangkan ban, seingatnya hanya menggantinya dua kali. ‘’Kebetulan saya juga tidak pernah sakit selama menjalankan misi yang dulu. Mudah-mudahan untuk misi kali ini juga tidak ada apa-apa,’’ harapnya. ***(isd/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here