Madiun

Hadi Sumiran dan Topeng Monyet Kesayangannya

Tetap Bekerja meski Susah Bicara

Hadi Sumiran masih keliling kota dengan tobong topeng monyetnya. Hiburan rakyat yang pernah berjaya di masanya itu tetap diikhtiari pria 57 tahun itu sebagai jalan rezekinya.

ASEP SYAEFUL BACHRI, Jawa Pos Radar Madiun

BEDUK kecil yang ditabuh kalah suara dengan bising kendaraan di Jalan Ahmad Yani yang dilewatinya. Namun, Hadi Sumiran tetap membunyikan tetabuhan berukuran mini itu sembari berjalan kaki. Meski stroke yang menyerang dua tahun terakhir membuatnya susah berjalan dan berbicara. Untuk berjalan, sepasang tangannya harus menopang gerobak topeng monyet yang dibawanya. ‘’Hari ini belum ada yang nanggap,’’ kata pria yang berdomisili di Kertosari, Geger, Kabupaten Madiun, itu.

Hadi sebenarnya sudah berkecil hati melakoni hiburan keliling ini. Selain sudah ketinggalan zaman, topeng monyet banyak dikritik aktivis pencinta binatang. Tetapi mau bagaimana lagi. Hanya jasa hiburan tradisional ini yang sanggup menghidupi. Stroke menjadi satu-satunya alasan yang membuatnya bertahan. ‘’Kalau tidak sakit mungkin saya sudah ke Kalimantan. Di sana katanya banyak pekerjaan,’’ ujarnya.

Setiap pagi, mulai pukul 10.00 Hadi mulai berkeliling menawarkan jasa hiburan ini. Dari rumahnya hingga Kota Madiun, dia biasa naik bus. Saat bus berhenti beroperasi selama pandemi, dia ganti naik ojek atau diantarkan cucunya. ‘’Saya punya lima ekor, yang sering dibawa hanya yang manis ini,’’ tuturnya.

Hadi sudah tak ingat lagi kapan mulai memainkan topeng monyet. Tapi, dia masih terkenang manisnya masa keemasan topeng monyet di zaman Orde Baru. ‘’Saat Presiden Pak Harto dulu masih ramai. Saya sering ditanggap acara ulang tahun,’’ katanya.

Semasih muda, Hadi sempat merantau ke ibu kota. Bekerja serabutan menjadi buruh bangunan hingga satpam. Perlahan, dia pun memutuskan pulang ke kampung halaman. ‘’Gaji sebulan hanya Rp 80 ribu. Tak sepadan dengan biaya hidup di Jakarta,’’ kenangnya. *** (fin/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close