Hadi Enggan Bicara Banyak Materi Pemeriksaan

50

NGAWI – Hadi Suharto sepertinya paham dugaan penyelewengan dana pengadaan lahan relokasi SMPN 1 Mantingan bakal berlangsung panjang. Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi itu sampai meminta perlindungan tiga penasehat hukum saat memenuhi panggilan pemeriksaan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jatim, Selasa (14/5).

Hadi yang hadir sekitar pukul 09.30 WIB itu menegaskan tidak punya maksud apa-apa terkait langkahnya ditemani tiga pengacaranya. Kendati hal itu justru menimbulkan pertanyaan, lantaran pemanggilannya kali ini dirinya pun sebatas dimintai keterangannya sebagai saksi. Sejauh ini pun tak ada saksi lain yang ditemani pengacara. ‘’Saya itu kan kurang memahami soal hukum, makanya selalu ngajak pengacara,’’ terangnya.

Setiap memenuhi panggilan pemeriksaan di posko Gakkumdu Satreskrim Polres Ngawi, Hadi memang selalu minta ditemani pengacara. Meski terkesan berbeda dengan saksi lainnya, langkahnya tidak dilarang alias sah-sah saja. Ditanya seputar materi klarikasi, Hadi tak banyak berkomentar. ‘’Ya masalah pengadaan tanah SMPN Mantingan,’’ tegasnya kepada Radar Ngawi.

Hadi menolak menjelaskan apa saja yang diklarifikasi penyidik BPKP. Tak seperti Abimanyu, Kadindik, atasannya yang menjelaskan gamblang duduk pertanyaan yang dilontarkan terhadapnya. ‘’Kami hanya khawatir nanti justru menimbulkan tidak enak dengan yang lain,’’ kilahnya.

Begitu juga saat ditanya apa kaitannya dengan kasus tersebut, sehingga harus dimintai keterangannya sebagai saksi. Dia pun enggan membeberkannya, malah mengaku tidak tahu menahu soal tersebut. Intinya, dia hanya ingin bersikap kooperatif terhadap upaya pengusutan dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) yang ditangani Satreskrim Polres Ngawi. ‘’Kami mengikuti prosedur hukum yang berlaku. Makanya sekarang hadir ketika dipanggil,’’ jelasnya.

Kemarin, Hadi mulai dimintai keterangan sekitar pukul 10.00. Prosesnya sempat terjeda satu jam untuk istirahat dan salat duhur. Dilanjutkan kembali sekitar pukul 13.00. Dia yang datang mengenakan pakaian putih dengan topi hitam tampak tenang memasuki ruang posko Gakkumdu Satreskrim Polres Ngawi. Klarifikasi baru selesai sekitar pukul 16.00 atau sekitar tiga jam setelah jeda istirahat.

Buang Yahya, pengacara yang menyertai Hadi Sunarto sedikit meluruskan. Kehadirannya sebatas menemani, bukan mendampingi. Karena tidak ikut masuk ke ruang pemeriksaan BPKP. ‘’Bukan mendampingi. Tapi karena diajak menemani ya ikut menemani saja,’’ ujarnya.

Memang, Buang Yahya bersama kedua rekannya yang hadir di Satreskrim Polres Ngawi kemarin tidak datang sekedar duduk. Sebelum proses klarifikasi berlangsung, mereka sempat meminta penyidik supaya tidak ada pihak lain kecuali dari BPKP dan kliennya. Agar prosesnya berjalan netral. ‘’Kami sudah bicara (dengan kepolisian), kalau kami tidak boleh masuk berarti penyidik (kepolisian) juga tidak boleh,’’ tegasnya.

Meski akhirnya permintaan itu dikabulkan, dan tidak ada orang lain kecuali pihak BPKP dan kliennya di ruang pemeriksaan itu namun sebenarnya mereka masih tetap merasa keberatan. Seharusnya proses klarifikasi yang dilakukan BPKP itu tidak di Polres Ngawi. (tif/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here