Hadapi Persebaya, Persinga Pindah Homebase ke Bojonegoro

1191

NGAWI – Laga babak 32 besar Piala Indonesia Persinga Ngawi kontra Persebaya Surabaya hampir pasti tidak digelar di Stadion Ketonggo. CEO Persinga Dwi Rianto Jatmiko menyampaikan bahwa jatah home untuk Persinga akan digelar di Stadion Letjend H. Soedirman, Bojonegoro. ’’Kalau memaksakan digelar di sini (Ketonggo, Red) dengan penonton, sepertinya juga sulit keluar izinnya,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Antok -sapaan Dwi Rianto Jatmiko- menambahkan, manajemen tidak ingin laga kandang tersebut digelar tanpa penonton. Karena pasti menjadi sebuah kerugian bagi Persinga, baik dari sisi permainan maupun pemasukan tim. Seperti saat kedua tim beda kasta itu bersua pada kompetisi Liga 2 pertengahan 2017 lalu. ’’Nanti akan dibahas lagi dengan manajemen untuk kepastian lanjutan,’’ ujarnya.

Sebenarnya, ada dua alternatif stadion yang kemungkinan besar bisa digunakan untuk homebase. Pertama, Jember Sport Garden Stadium di Jember seperti diutarakan coach Persinga Ngawi Fahmi Amiruddin. Kedua, Stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro sesuai saran dari Manajer Persinga Didik Purwanto. ’’Tapi faktor jarak, Bojonegoro lebih dekat,’’ tutur pria yang juga ketua DPRD Ngawi tersebut.

Kabag Ops Polres Ngawi Kompol Rudi Sesunan kemarin mengecek langsung kondisi Stadion Ketonggo. Untuk memastikan kesiapannya jika pertandingan Persinga melawan Persebaya benar digelar di tempat tersebut. Namun, hasil pantauan langsung yang dilakukan Rudi sepertinya tak jauh beda dengan saat digunakan Liga 2 lalu. ’’Kalau untuk bermain dengan Persebaya dengan jumlah suporter yang sangat banyak, tidak layak,’’ kata Rudi.

Berdasarkan evaluasi pertandingan melawan Persebaya sebelumnya, kata dia, pihak keamanan sangat kerepotan mengondisikan massa suporter yang begitu besar. Namun, menurut Rudi, yang lebih jadi pertimbangan bukan soal petugas keamanannya. Melainkan fisik stadion yang tidak memungkinkan menampung suporter dalam jumlah besar. ’’Kalau pihak perizinan mau mempertanggungjawabkan pertandingannya, keamanan tidak ada masalah. Karena bukan keamanan yang jadi masalah, tapi tempatnya itu,’’ ungkapnya.

Saat ini Rudi masih mengumpulkan data-data yang akan disampaikan dalam rapat koordinasi dengan pihak manajemen dan panpel pekan depan. Rudi memastikan dari pihak keamanan cukup siap. Selain sekitar 600 personel yang ada, pihaknya masih bisa meminta bantuan kepada polres tetangga maupun Brimob Madiun. ’’Nanti kami lihat hasil rapat koordinasinya seperti apa,’’ ujarnya. (tif/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here