Habis Toleransi, Relokasi Pedagang Eks Pasar Stasiun Bakal Ditegasi

158

PONOROGO – Pemkab sepertinya tak bisa lagi menunggu kesadaran pedagang. Agar bersedia pindah dari eks pasar stasiun ke pasar relokasi. Sampai kini, sejumlah pedagang masih bertahan. Tak jarang pula, kucing-kucingan dengan Satpol PP. ‘’Sudah sangat sering kami ke eks stasiun, mereka tidak ada. Ketika kami pergi, mereka berjualan lagi,’’ ungkap Kasatpol PP Ponorogo Supriyadi, kepada Radar Ponorogo, kemarin (4/3).

Radar Ponorogo kemarin mengunjungi eks stasiun. Setelah berbagai dinamika yang terjadi, pedagang masih tetap berjualan di seputaran kawasan tersebut. Namun, sudah terlihat realisasi rencana penataan eks stasiun dengan membangun pagar di sekeliling aset PT KAI itu. Tiang-tiang pagar setinggi 1,8 meter sudah berdiri di sisi belakang pasar eks stasiun. Sementara di sisi depan, material bangunan sudah tersedia on site. ‘’Penataan ini melibatkan multi organisasi perangkat daerah (OPD). DLH pagar sisi depan, DPKP sisi belakang. Sedangkan Satpol PP hanya menangani penertiban pedagang, khususnya di areal depan, berkoordinasi dengan disperdakum,’’ bebernya.

Supriyadi menegaskan, pedagang tidak boleh berjualan terutama di trotoar hingga badan jalan Soekarno Hatta. Tidak hanya pedagang tumpah dari pasar tak resmi tersebut, maupun pedagang obrokan yang hanya berdagang datang dan pergi di badan jalan. Sekalipun hanya mulai tengah malam hingga pagi buta. ‘’Tetap tidak boleh,’’ tukasnya.

Supriyadi memastikan pemkab akan bertindak tegas. Khusus pedagang toko di areal depan eks stasiun, satpol akan memberi toleransi. ‘’Toko-toko ini kami beri waktu beberapa hari untuk membersihkan pedagang dari sekitar situ (tepi Soekarno Hatta). Untuk sementara ini peringatan. Kalau masih (berjualan hingga trotoar dan badan jalan), diangkut saja,’’ kata dia.

Mengenai pemindahan pedagang ke pasar relokasi, Supriyadi menyebut akan berkoordinasi dengan disperdakum selaku leading sector relokasi. Kendala di lapangan, rupanya sejumlah pedagang ada yang nekat kembali dari pasar relokasi dan menggelar lapak di eks stasiun. ‘’Alasan mereka kembali karena pasar eks stasiun masih buka. Beberapa pedagang istilahnya buka cabang. Ya berjualan di eks stasiun, ya di pasar relokasi. Nanti akan ada komunikasi lagi membahas persoalan ini,’’ imbuh Supriyadi.

Di lain sisi, Kepala DLH Sapto Djatmiko dan Kepala DPKP Endang Retno mengutarakan rencana pembangunan pagar di sekeliling komplek eks stasiun. Tinggi pagar mencapai 1,8 meter. Di sisi belakang, dibangun 130 meter dan ditangani DPKP. Sementara sisi depan sepanjang 92 meter ditangani oleh DLH. ‘’Pagar yang dibangun menempati aset pemkab, bukan lahan PT KAI,’’ kata Kepala DLH Sapto Djatmiko. (naz/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here