H-2 Diserbu Pemudik, H+2 Dibanjiri Wisatawan

199

KOTA – Gelombang pemudik maupun wisatawan diprediksi akan tinggi di Pacitan. Sebab, daerah yang diberi anugerah potensi alam melimpah itu selalu menjadi jujukan  ketika libur Lebaran. Apalagi, libur tahun ini waktunya panjang. ’’Potensi peningkatan volume kendaraan nantinya dari arah jalur Wonogiri, Trenggalek, dan Ponorogo,’’ kata Kasatlantas Polres Pacitan AKP Hendrix K. Wardana.

Meski terdapat tiga jalur yang berbeda, namun kasat mengaku tak akan membeda-bedakan kemungkinan padatnya kendaraan di tiap jalur. Menurutnya, ketiganya berpotensi untuk dijaga. Hingga dirinya mengaku mengerahkan 50 pasukan dari lantas untuk mengatur dan menjaga arus mudik dan balik di Pacitan. ’’Kalau mudiknya dari arah Pacitan-Wonogiri otomatis nanti jalur Sedeng yang akan jadi prioritas karena masih naik turun dan berkelok,’’ ujar Hendrix.

Dia menambahkan telah menempatkan beberapa pos pengamanan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas. Antara lain di Punung, Soge, dan alun-alun. Pemilihan lokasi pos sesuai tingkat kerawanan. Pun seperti halnya di depan alun-alun. Lokasi itu dipilih lantaran berada di tengah kota hingga memudahkan dalam aksesibilitas. Juga penempatan di titik JLS dan arah Wonogiri lantaran kedua jalur itu yang dikategorikan jauh dari pusat kota.

Tak hanya itu, kasatlantas mengungkapkan, jika dibandingkan dengan kota lainnya, jumlah pemudik dan arus balik di Pacitan tak terlampau banyak. Namun, berbeda dengan jumlah kunjungan wisata. Sebagai kota wisata, dipastikan objek wisata bakal diserbu para pelancong yang menikmati waktu libur Lebaran . Hingga diprediksi H+2 Lebaran kunjungan dari wisatawan bakal membeludak. ’’Sudah antisipasi hal itu, baik di objek wisata maupun di jalur menuju ke sana. Kalau untuk mudiknya diprediksi H-2 dan H-1,” terangnya.

Hendrix mengungkapkan, rekayasa lalu lintas dilakukan di sejumlah titik objek wisata. Teleng Ria, misalnya, sebagai objek yang digemari untuk libur keluarga. Satlantas bakal memasang pembatas jalan di jalur masuk Pantai Teleng. Tujuannya agar pengunjung yang keluar dari kawasan objek wisata tak lantas putar balik di pertigaan dan mesti memutar kembali di depan stadion Pacitan. Sementara itu, untuk wisata Pantai Klayar dan Gua Gong, Hendrix mengatakan bakal menyediakan personel untuk mengatur kendaraan. ’’Untuk tiket  kami minta kepada para pengelola untuk terjun langsung ke jalan,” jelasnya.

Pasar tumpah juga berpotensi mengganggu arus lalu lintas. Dia mengaku telah berkoordinasi dengan dishub untuk penanganannya. Pun penempatan personel juga bakal dilakukan. Tak hanya itu, dirinya juga berencana melakukan laporan secara visual di pasar tumpah Punung terkait jumlah kendaraan dan animo masyarakat yang datang ke pasar. ’’Kalau kami antisipasi tak ada yang macet. Mengalir, tak ada yang macet. Kalau sendatan wajar di kawasan wisata,’’ ujarnya. (mg6/c1/ota)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here