Guru Wilayah Perbatasan Ini Ciptakan Aplikasi Pendidikan

158

Sulitnya pelajar mencari guru les dan banyaknya sarjana menganggur menginspirasi Heri Susanto mencipta aplikasi. Dari pelosok desa, dia menciptakan Go-Pat. Aplikasi jasa pendidikan selayaknya daring transportasi yang lebih dulu membumi dewasa ini.

———————–

MATAHARI belum beringsut ke timur saat Heri Heri Susanto bersiap menuju tempat mengajar. Setiap hari, warga Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung itu harus menebus jarak puluhan kilometer. Tak peduli panas dan hujan, kontur jalan ekstrem tabah dilewati setiap hari demi mengajar anak-anak di sekolah yang terletak di Desa Pagerukir, Sampung yang berbatasan dengan Jawa Tengah.

Meskipun, dia pun harus mencari uang tambahan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Maklum, honor dari mengajar hanya cukup untuk transportasi. Sempat dia mengikuti seleksi CPNS untuk formasi guru beberapa waktu lalu, namun tak lolos. Beberapa bulan setelahnya, dia bersama seorang temannya lantas tercetus membuat inovasi. Tentu kaitannya dengan dunia pendidikan. ‘’Lihat banyak anak yang ingin punya guru les. Juga, banyak mahasiswa yang baru lulus sulit mencari pekerjaan,’’ kata Heri mengutarakan alasannya.

Karena itu, akhir tahun lalu dia memiliki ide untuk mencarikan solusi tersebut. Bersama rekannya, dia mencoba membuat aplikasi berbasis android. ‘’Hampir sama seperti Go-Jek,’’ ungkap pria kelahiran 1988 itu.

Tak memiliki latar belakang pendidikan teknologi informatika tak menjadi penghalang. Teknik amati, tiru, modifikasi (ATM) berhasil dia terapkan. Dari melihat daring tranportasi, dia mencoba membuat aplikasi Go-Pat (guru privat). Setelah gagal berkali-kali, pembuatan aplikasi itu berhasil diselesaikan dua bulan. Cara kerjanya sangat sederhana. Aplikasi itu dikhususkan untuk murid yang mencari guru les. Juga, membantu guru les terutama sarjana yang sedang mencari pekerjaan untuk mendapatkan pekerjaan. ‘’Dua bulan berhasil ciptakan dua aplikasi,’’ sambungnya.

Go-Pat untuk siswa atau orangtua dan untuk guru. Go-Pat siswa bisa dijalankan oleh siapapun termasuk orang tua yang ingin mencari guru les. Caranya cukup dengan mengisi identitas dan menentukan jam les yang akan dijalani. Secara otomatis, aplikasi akan mendeteksi guru les yang siap di jam tersebut. Sementara Go-Pat guru harus dimiliki dengan cara mendaftar terlebih dahulu. Ada saldo minimal sebesar Rp 50 ribu yang harus diisi oleh pendaftar. Otomatis saldo tersebut akan berkurang saat guru les sudah mendapatkan honor. ‘’Jadi ada pembagiannya. Guru les menerima honor dari siswa yang secara otomatis saldonya berkurang 25 persen dari honor yang diberikan tersebut,’’ tuturnya.

Go-Pat kini dapat diunduh di playstore. Hingga kini, ratusan siswa dan guru dari seluruh Indonesia telah mendaftar sebagai guru les di aplikasi tersebut. Karena baru, Heri mengakui aplikasi ciptaannya masih butuh penyempurnaan. Sebab, untuk menentukan guru les bagi siswa belum terkoneksi dengan lokasi. Sehingga guru les yang didapat bukan yang berjarak dekat. Karena itu, dia berencana menyempurnakan aplikasi yang dirintisnya tersebut. ‘’Saya ingin memberi kemudahan dalam dunia pendidikan,’’ ucapnya. *** (nur wachid/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here