Laka LantasNgawi

Guru SD Tewas Disasak Truk

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kecelakaan beruntun berujung maut terjadi di Jalan Raya Ngawi-Mantingan km 16–17 Senin (2/9). Tabrakan melibatkan sebuah truk, satu pikap, dan dua kendaraan sepeda motor. Peristiwa itu persisnya terjadi di Desa Jengkrik, Kecamatan Kedunggalar, sekitar pukul 09.00.

Satu korban dilaporkan meninggal dunia. Dia adalah Nur Samsudin, pengendara sepeda motor. Warga Desa Karanggeneng, Kedunggalar, itu tercatat sebagai guru kelas V SDN Bangunrejo Lor 3, Kecamatan Pitu. Dia tewas disasak truk boks yang disopiri Stiya Pandu Solikin, warga Desa Newung, Kecamatan Sukodono, Sragen, Jawa Tengah.

Kejadian bermula saat Stiya sepulang mengantarkan barang dari Ngawi dan hendak menuju ke arah Sragen. Sesampainya di lokasi kejadian, pemuda 22 tahun itu diduga mengantuk sehingga truk bernopol AD 1360 SG yang dikendarainya hilang kendali. Laju truk melebar ke bahu kanan jalan. Lalu menabrak bodi kanan Daihatsu Grand Max nopol AB 8415 AT yang dikemudikan Calvin Yudha 24, warga Desa Lego Wetan, Kecamatan Bringin, dari arah berlawanan.

Benturan itu ternyata tak menghentikan laju truk. Hingga akhirnya menabrak dua sepeda motor yang melaju di belakang Grand Max. Salah seorang pengendara sepeda motor itu adalah Nur Samsudin. Dia mengendarai Honda Vario nopol AE 3515 LU. Sedangkan, satu pemotor lainnya yang turut celaka adalah Khoirul Anam.

Laju truk baru berhenti setelah menabrak pohon yang ada di pinggir jalan. Semua selamat dalam kejadian tersebut kecuali Nur Samsudin. Dia tewas di lokasi kejadian dengan luka parah di bagian kepala.

Kajaga Pos 1 Satlantas Polres Ngawi Aiptu Sunarto mengatakan, pihaknya baru menerima laporan itu sekitar setengah jam pasca kecelakaan. Petugas yang ada di lapangan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengevakuasi kendaraan. Dugaan sementara, pemicu kecelakaan karena pengemudi truk boks mengantuk. ‘’Kami amankan untuk dimintai keterangan, berikut kendaraan yang terlibat kecelakaan kami derek dan amankan,’’ terangnya.

Sementara, tewasnya Nur Samsudin dalam peristiwa kecelakaan beruntun itu mengundang haru dari pihak sekolah. Kepala SDN Bangunrejo Lor 3 Sugeng Rianto menyebut korban merupakan seorang pengajar yang ulet dan bijaksana. ‘’Saat kejadian itu, korban izin kepada saya untuk menengok kerabatnya yang sakit,’’ katanya. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close