Gundul-Gundul Pacul Ba’da Tahallul

38

Umrah bersama Ladima Tour & Travel benar-benar memberi kesan mendalam. Jamaah tak sabar mengabarkan itu kepada saudara, tetangga dan lingkungan kerja. Berikut catatan Arfinanto Arsyadani dari Jawa Pos Radar Madiun.

Keringat masih dleweran setelah memungkasi sa’i. Di tengah nafas yang masih yang masih ngos-ngosan , mutawif menuturkan keutamaan mencukur habis rambut kepala. Limpahan rahmatnya lipat tiga dari memendekkan rambut saja. Mendengar itu, Jamaah Hero Ladima seketika kompak menuju barbershop di pusat perbelanjaan lantai bawah Pullman Zamzam Makkah. ‘’Wis ayo pak, gundul siji gundul kabeh,’’ ajak Umar Khamdani Samadi.

Bak gayung bersambut, ajakan itu langsung diiyakan seluruh jamaah Hero Ladima.  Dari RSUD dr Hardjono, Mbah Umar —sapaan Umar Khamdani Samadi umroh bersama Suprapto Tumiran Kromojoyo, Sarbianto, Mohammad Riyanto Imam Mustaqim serta dr Enggar Tri Adji Sambodo. ‘’Kami ini sebenarnya tidak janjian. Tahu-tahu, berangkatnya barengan lewat Ladima,’’ tuturnya.

Antusiasme meraih rahmat tiga kali lipat tak ingin dilewatkan jamaah lainnya. Dr Achmad Diyas Kusuma langsung mengajak Herryono, ayahnya menuju barbershop di lantai bawah Pullman Zamzam. ‘’Biar afdhol mas,’’ tukasnya.

Sempat bergidik saat melihat ketangkasan tukang cukur yang menggunduli satu per satu kepala jamaah dari berbagai penjuru dunia. Bayangan mesin cukur listrik seperti di barbershop  tanah air seketika buyar. Satu per satu rambut jamaah digunduli dengan pisau tajam. Sat-set wat-wet. Rambut tercukur habis dalam hitungan menit. ‘’Aman. Pisaunya sekali pakai,’’ timpal dr Enggar Tri Adji Sambodo.

Kabid Penunjang Medik RSUD dr Hardjono itu berterimakasih atas pelayanan dan bimbingan yang telah diberikan Ladima Tour&Travel. ‘’Belasan hari runtang-runtung bareng, saya sangat terkesan dengan pelayanan Ladima yang sangat istimewa. Makan belum sampai lapar sudah diajak makan lagi. Tentu kami akan mengabarkan kebaikan ini kepada saudara dan lingkungan kerja,’’ tuturnya.

Suprapto Tumiran Kromojoyo juga terkesan dengan istimewanya pelayanan yang telah diberikan. Itu dia rasakan sejak berangkat hingga pulang ke tanah air. ‘’Kabar baik ini akan kami sampaikan kepada rekan-rekan yang ingin menyusul umrah. Semoga Cak Wot dan Mbak Ari senantiasa diberi kesehatan,’’ kata Kasubag Humas RSUD dr Hardjono itu.

Semangat tahallul mengingatkan spirit gundul-gundul pacul. Bahwa, rambut atau mahkota sesekali perlu dicukur habis agar tidak sombong. Sehebat dan sebesar apapun kita, hanya butiran debu saat memenuhi panggilan-Nya. Bukan siapa-siapa. ‘’Niatan kami tetaplah memuliakan tamu Allah. Takut akhirat inilah yang membuat kami tak berani bermain-main. Ini bukan sekadar kerja,’’ tutur owner Ladima Tour&Travel, H Soenarwoto.

Sofian Zatmiko Pudjayanto menuturkan dalamnya kesan selama menunaikan umrah. Ia berangkat bersama Eni Tri Wahyuni, istrinya dan Nasywa Sofia Wahyu Zhafira, putrinya. ‘’Saat tawaf terakhir, saya baru sadar ternyata seterik apapun, telapak kaki tidak panas. Baru terasa begitu keluar Masjidil Haram,’’ tutur warga Manisrejo, Taman, Kota Madiun itu.

Dia mengistilahkan, Ka’bah memiliki lingkaran keajaiban. Banyak keajaiban yang ia rasakan selama menjalani umrah kali pertamanya ini. ‘’Pertama melihat Ka’bah itu bersinar terang. Saat mengelilinginya, meski berdesakan pakaian tidak apek sama sekali,’’ tuturnya.

Karyawan PT Sari Kimia Unggul Surabaya itu pun terkesan dengan keramahan masyarakat di Arab Saudi. Yang tak bisa dilupakannya, ketika mendapat buku keagamaan secara cuma-cuma. Sejak berwisata di Mesir hingga di Masjidil Haram maupun di Masjid Ji’ronah. Ketika di Madinah, Sofian ingin mengikuti kajian keagamaan dari ulama Indonesia di Masjid Nabawi. Yakni, ustad Firanda Andirja MA dan Abdullah Roy MA. Karena, selama ini rajin mengikuti kajian dua ustad lulusan Universitas Islam Madinah itu via media sosial (medsos). ‘’Biasanya menghelat kajian di Pintu 19 (Al-Badru). Kebetulan keduanya sedang pulang ke tanah air. Tapi, saya tetap menyempatkan ikut kajian hadis selepas maghrib,’’ terangnya.

Sofian berangkat umrah bersama Ladima setelah mendapat banyak informasi dari komunitas wali murid di MIT Bakti Ibu, Banjarejo, Taman, Kota Madiun. ‘’Sengaja mengajak anak karena ingin menanamkan pendidikan agama sejak dini,’’ tuturnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here