Gunakan Akun Palsu, Perdayai 10 Perempuan

811
SEMPAT VIRAL: AB, pelaku penipuan dan pemerasan, lebih sering menunduk saat press release di mapolres.

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kembang (nama samaran), gadis yang foto bugilnya sempat tersebar di Facebook, bisa sedikit lega. Sebab, pelaku penyebar foto bugil dirinya di Facebook berhasil diciduk polisi. AB, 18, diamankan di rumahnya kawasan Desa/Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro, setelah beberapa hari buron.

Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu mengatakan, bersamaan penangkapan pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. ‘’Ada uang tunai, handphone, dan buku tabungan. Juga screenshot percakapan korban dan pelaku,’’ ujarnya Selasa (17/9).

Natal –sapaan akrab kapolres- menuturkan, Kembang bukan satu-satunya korban ulah nekat AB. Hasil pemeriksaan, pelaku mengaku telah memperdayai sedikitnya 10 perempuan –mayoritas berusia belasan– selama beraksi sejak Juli lalu. Pun, duit jutaan berhasil diraup AB dari para korbannya. ‘’Satu korban minimal mengirim uang Rp 250 ribu. Ada juga yang sampai puluhan juta,’’ ungkapnya.

Natal menyebut, dari 10 korban itu baru tiga yang melapor ke polisi. Ketiganya berusia 19 tahun dan merupakan warga Ngawi. ‘’Kami harapkan korban lainnya segera melapor,’’ tegas Natal sembari menyebut pelaku sempat bekerja di usaha jasa dekorasi pernikahan.

Bagaimana modus pemerasan yang dilakukan AB? Natal menjelaskan, pelaku membuat akun palsu di Facebook dengan nama Alinda Yunita. Kemudian, mengiming-imingi calon korbannya pekerjaan dengan gaji Rp 3 juta hingga Rp 5 juta.

Mereka yang mayoritas lulusan SLTA itu diminta mengirim foto tanpa busana serta video. ‘’Pelaku memiliki beberapa akun palsu. Nah, saat calon korban ragu, ada akun lain miliknya yang seakan memberikan testimoni,’’ jelasnya.

Setelah foto bugil didapat, aksi pemerasan dilancarkan. Para korban diminta mengirimkan sejumlah uang. Jika tak dituruti, pemuda protolan SMP itu menyebar foto fulgar tersebut di media sosial (medsos). ‘’Pelaku menggunakan rekening orang lain untuk menjalankan aksinya,’’ imbuh Natal.

Sementara itu, AB mengaku aksi pemerasan dengan modus menyebar foto tidak senonoh itu merupakan ide pribadi. ‘’Tidak ada yang mengajari, mikir sendiri,’’ katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kamis lalu (12/9) Kembang melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Ngawi. Itu setelah foto bugilnya tersebar di medsos. Bermula ketika gadis itu berkenalan dengan seseorang lewat Facebook sebulan lalu.

Orang itu menjanjikan pekerjaan bergaji Rp 4 juta per bulan. Sebagai syaratnya, Kembang diminta mengirimkan foto bugil. Apes, setelah foto dikirim, pelaku meminta transferan uang Rp 25 juta. Jika tidak dituruti, foto bugil korban akan disebarkan. (gen/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here