GTT-PTT Tuding Rekrutmen PPPK Pilih Kasih

129

PONOROGO – Kalangan guru honorer menanggapi sinis rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang resmi diumumkan pemerintah pusat, Jumat (8/2). Kebijakan itu dipandang pilih kasih lantaran tak mengakomodasi kesejahteraan guru honorer. Khususnya, guru tidak tetap (GTT) nonkategori. ‘’Rekrutmen PPPK itu melukai keadilan bagi guru honorer,’’ kata Wakil Ketua Forum GTT/PTT Ponorogo Aris Andrianto.

Aris menegaskan, ada ribuan GTT berstatus nonkategori di Bumi Reyog yang telah mengabdi bertahun-tahun. Aris secara spesifik mengkritisi sejumlah poin aturan main rekrutmen PPPK. Rekrutmen PPPK diprioritaskan hanya untuk GTT yang sudah kategori dua (K2). Usia juga dibatasi. ‘’Banyak pasal dalam peraturan rekrutmen PPPK yang belum mengakomodasi guru honorer, khususnya nonkategori,’’ ujarnya.

Aris berharap ada keringanan seleksi bagi para pengabdi di bidang pendidikan itu. Idealnya, kata Aris, para GTT nonkategori tidak perlu diikutsertakan dalam tes. Seharusnya, dapat langsung diloloskan. ‘’Berbagai persyaratan itu memaksa GTT nonkategori yang ribuan jumlahnya di Ponorogo tidak mendapat kesempatan memperoleh kesejahteraan lebih laik,’’ tuturnya.

GTT di SDN 1 Mangkujayan itu menambahkan, forum telah melangkah menyikapi dibukanya rekrutmen PPPK oleh pemerintah pusat. Aris mengaku sudah berkomunikasi dengan komisi A DPRD setempat dan pemkab untuk meminta dukungan dalam menuntut kesejahteraan kepada pemerintah pusat. Upaya juga telah ditempuh melalui PGRI Jatim. ‘’PGRI (Jatim) akan tindak lanjuti harapan dan aspirasi kami ke Jakarta,’’ ungkapnya.

Dalam keterangan resminya, BKN mengisyaratkan rekrutmen PPPK dibagi dalam sejumlah gelombang. Bidang prioritas pada gelombang pertama meliputi tenaga honorer guru berstatus kategori dua (THK-2 guru), tenaga honorer kesehatan (meliputi bidan desa), tenaga harian lepas (THL) pertanian, serta dosen di perguruan tinggi negeri (PTN) baru. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here