GTT/PTT Ponorogo Hanya Ditunjang Rp 750 Ribu Sebulan

277

PONOROGO – Para guru/pendidik tidak tetap (GTT/PTT) harus bersabar lebih lama untuk mendapatkan tunjangan sebagaimana dijanjikan Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa. Cabdindik setempat menyebut, pencairan tunjangan bulanan senilai Rp 750 ribu per orang per bulan itu paling cepat Maret. ‘’Pencairannya tiap triwulan. Ditransfer ke rekening masing-masing GTT/PTT,’’ kata Kacabdindik Jatim Wilayah Ponorogo Bambang Supriyadi kemarin (18/1).

Cabdindik mencatat ada 355 GTT/PTT di Bumi Reyog. Sementara, fasilitas tunjangan dari pemprov sebelumnya sudah mulai digulirkan per 2018. Namun, baru dapat dinikmati 300 GTT/PTT. Sebanyak 55 GTT/PTT lainnya baru akan menikmati perdana per tahun ini, menyusul 300 honorer lainnya. Hanya, mereka harus bersabar lantaran tunjangan baru cair paling cepat dua bulan ke depan. ‘’Nilai yang diperoleh 55 GTT/PTT yang belum dapat nanti sama dengan yang diterima 300 GTT/PTT sebelumnya,’’ ujarnya.

Seluruh GTT/PTT yang memenuhi syarat itu berhak atas tunjangan senilai Rp 750 ribu per orang, sebanyak 14 kali dalam setahun. Itu sudah termasuk dua kali tunjangan tambahan yang dihitung sebagai tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 bagi para GTT/PTT. Sekolah juga bisa berkontribusi memberikan tunjangan kepada GTT/PTT mereka. ‘’Kalau ada tambahan, ya monggo,’’ tutur Bambang.

Bukan tanpa sebab jika pemprov ‘’hanya’’ menghargai GTT/PTT senilai Rp 750 ribu per bulan. Pasalnya, hingga saat ini terdapat 11 ribu GTT/PTT di Jatim. Dengan alokasi Rp 750 ribu per orang, diestimasikan Rp 8,25 miliar harus digelontor pemprov setiap bulannya. Maka, setahun sedikitnya Rp 115 miliar harus dikeluarkan. Itu sudah termasuk THR dan gaji ke-13. ‘’Jumlah GTT/PTT di Jatim cukup besar. Mencapai 11 ribu orang. Nominal Rp 750 ribu itu baru dari pemprov saja, belum termasuk tambahan dari sekolah jika ada,’’ tandasnya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here