Mejayan

GTT-PTT, Kaji Mbing: Boleh, tapi Harus Izin dulu

MEJAYAN, Radar Caruban – Moratorium rekrutmen tenaga honorer di dunia pendidikan Kabupaten Madiun belum dicabut. Sejak tahun lalu, kepala SD dan SMP dilarang mengangkat guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT-PTT). ‘’Boleh, tapi harus izin dulu,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami Selasa (19/11).

Kaji Mbing –sapaan Ahmad Dawami– menyebut, kepala sekolah yang membutuhkan tenaga honorer harus berkoordinasi terlebih dulu dengan badan kepegawaian daerah (BKD) serta dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud). Sebab, organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut memiliki bezetting. Data ketersediaan pegawai non-aparatur sipil negara (ASN) itu acuan membagi porsi anggaran. ‘’Rekrutmen tenaga honorer kaitannya dengan anggaran,’’ ujarnya.

Menurut dia, perekrutan GTT-PTT harus disesuaikan kebutuhan. Di sisi lain, jumlah mereka saat ini sudah sebanyak 2.048 orang. Dikhawatirkan jika moratorium dicabut malah menjadi beban. Itu mengingat anggaran untuk honornya mencapai Rp 24 miliar tahun depan. Jumlah itu naik Rp 3 miliar dari tahun lalu. ‘’Kasihan kalau sudah bekerja tapi sudah tidak dibayar,’’ ucapnya.

Kaji Mbing meminta seluruh lembaga sekolah memperbaiki sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidiknya. Tidak hanya GTT-PTT, melainkan juga para ASN. Itu mengingat formasi rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) didominasi tenaga pendidik. Baik hasil rekrutmen tahun lalu maupun yang akan dilaksanakan tahun ini. ‘’Jangan sampai ada guru yang mengajar, tapi tidak ikhlas,’’ tuturnya.

Sebelumnya, para guru honorer SD dan SMP itu waswas posisinya tergusur guru ASN hasil rekrutmen CPNS. Mereka khawatir bakal dipindah jika ada guru baru yang masuk. Keluhan itu terungkap dalam pertemuan antara bupati dan ribuan GTT-PTT di Pendapa Ronggo Djoemeno Caruban, Senin lalu (18/11). Menyusul isu rencana perombakan para GTT-PTT oleh pemkab. Namun, Kaji Mbing menegaskan bahwa keran rekrutmen CPNS tidak akan memengaruhi posisi tenaga honorer. (cor/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close