Griselda Valinsya Ivanka, Pecatur Masa Depan Kota Madiun

44
BERBAKAT: Griselda Valinsya Ivanka berpose di dekat piala dan medali koleksinya.

Kota Madiun tidak pernah kehabisan bibit atlet berbakat. Dari cabor catur, nama Griselda Valinsya Ivanka pantas dikedepankan. Di usianya yang baru 13 tahun, gadis itu sudah mengoleksi puluhan piala dan medali kejuaraan resmi.

———–

NILAM RIFIA SAVITRI, Madiun

PULUHAN piala tertata rapi di dua meja ruang tamu rumah Griselda Valinsya Ivanka di kompleks Perumahan Widodo Kencana Indah I, Taman, Kota Madiun. Dari puluhan piala itu, satu di antaranya terlihat mencolok lantaran berkalungkan belasan medali. ‘’Ini yang paling berkesan,’’ ujarnya sembari meraih sebuah medali dari ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Jawa Timur di Tulungagung pekan lalu.

Ya, Grisel –sapaan akrab Griselda Valinsya Ivanka- pantas semringah. Bagaimana tidak, dari ajang tersebut remaja 13 tahun ini berhasil menyabet medali perunggu. Itu merupakan capaian paling mentereng selama dia malang melintang di berbagai kejuaraan resmi. ‘’Inginnya suatu saat nanti bisa ikut kejuaraan dunia,’’ katanya.

Niat Grisel menekuni catur bermula saat menemani Fatika La Viola Ifanka kakaknya yang sedang mengikuti sebuah kejuaraan. Kala itu dia masih duduk di bangku kelas I SD. Bosan menunggu jalannya lomba, akhirnya Grisel didaftarkan ibunya mengikuti lomba itu. Tak disangka, dia berhasil meraih juara.

Meski begitu, belum terbesit di benak Grisel menyeriusi olahraga catur. Seperti biasa, hari-harinya dihabiskan untuk bermain dan belajar lazimnya anak-anak seusianya. ‘’Baru waktu kelas IV masuk sekolah catur di Pacitan, ngikutin kakak,’’ ungkapnya.

Enam bulan di Pacitan, atas permintaan orang tua, Grisel kembali ke Kota Madiun dan bergabung klub Benteng Wilis. ‘’Latihan rutin setiap hari Minggu di MAN 2 dan warung depan toilet lapangan Gulun setiap Selasa dan Kamis,’’ ujar pecatur yang mengidolakan Magnus Carlsen, juara dunia asal Norwegia, ini.

Tekad Grisel menekuni catur membuat tidak banyak waktu baginya untuk melakukan aktivitas lain layaknya remaja seusianya. Jika teman-temannya bisa bermain sepuasnya, Grisel sibuk berlatih untuk mengasah kemampuannya. Di sisi lain, dia merasa bangga karena dari catur bisa memberikan uang kepada orang tuanya dari sebagian prize money yang disisihkannya saat mendapat juara.

Meski memiliki obsesi menjadi pecatur papan atas, sejauh ini Grisel tetap menomorsatukan pendidikan formalnya. Belajar lazimnya dilakukan seorang pelajar tak pernah ditinggalkannya. Bahkan, Grisel selalu masuk lima besar di kelasnya. ‘’Saya sekarang kelas VIII,’’ kata siswi SMPN 4 Kota Madiun ini.

Saat ini Grisel tengah bersiap turun Porprov Jatim 2019 Juli mendatang. Setelah itu, pecatur remaja yang kini dipoles Agus Wahyu Widayat tersebut berlaga di kejuaraan nasional (kejurnas) yang akan digelar di Maluku pada Oktober mewakili provinsi. ‘’Rencananya nanti juga mendatangkan guru dari SCUA (Sekolah Catur Utut Adianto, Red),’’ ujarnya. ***(isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here