Madiun

Gowes Berpeci dan Bersarung, Jaga Madiun Damai

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sambil berkeliling mengendarai sepeda dan mengenakan peci, sejumlah pejabat forkopimda dan santri di Kota Madiun menggaungkan cinta damai Rabu malam (23/10). Sekaligus sebagai upaya untuk mewujudkan semangat gotong royong. ‘’Sepedaan pakai sarung dan peci itu identik dengan santri. Dan, sangat sederhana,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi.

Mancal malam keliling jalanan kota dengan mengenakan peci, serban, dan sarung itu mempunyai tujuan lain. Selain mengidentikkan diri sebagai seorang santri, pihaknya sekaligus mengecek kondisi sarpras pada malam hari. ‘’Kegiatan seperti ini yang akan kami dukung terus,’’ ujarnya.

Ketua MUI Kota Madiun Sutoyo mengungkapkan, ada pesan tersirat dalam acara gowes berpeci dan bersarung tadi malam. Salah satunya kebersamaan antara ulama, pemimpin, dan masyarakat yang melebur. ‘’Secara filosofi sarung memiliki makna mendalam,’’ katanya.

Makna yang dimaksudnya itu bahwa sarung untuk menguatkan dan menjalankan syariat Islam dengan benar. Menurutnya, ada tiga pesan penjabaran dari makna itu. Yaitu, santri harus mewaspadai radikalisme. Sebab, hal itu akan mengoyak dan menghancurkan kesatuan serta keutuhan bangsa. ‘’Karena syariat tidak mengarah ke kanan atau ke kiri. Jadi, berada di tengah-tengah,’’ terang Sutoyo.

Lalu, santri dilarang terjerumus dalam liberalisme. Karena dianggap bisa melemahkan tatanan agama. Kemudian, santri mesti menghindari paham komunisme. Sebab, paham kiri itu dapat merusak hubungan manusia dengan Tuhan. ‘’Paham ini menghilangkan Tuhan. Artinya, hilang iman seseorang kepada Tuhan,’’ jelasnya. (kid/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close