GL Max Hantam Supra, 3 Tewas

863
TITIK MAUT: TKP laka lantas yang menewaskan tiga korban minim lampu penerangan.

NGAWI – Jalan Raya Kedungprahu–Waduk Pondok masuk Dusun Tegal Duwur, Desa Dero, Bringin, minta tumbal. Tak tanggung-tanggung, tiga nyawa melayang sekaligus dalam satu kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Insiden di ruas jalan tanpa penerangan jalan umum (PJU) itu terjadi Senin malam (10/6) sekitar pukul 20.00. ‘’Keras sekali tabrakannya. Motornya sampai patah,’’ kata Karsidi, warga setempat, Senin (11/6).

Laka lantas itu melibatkan dua motor yang melaju kencang dari arah berlawanan. Dari utara, Topik Nur Hidayah, 21, mengendarai Honda GL Max nopol AE 6277 LG. Warga Desa Gandong, Bringin, itu memboncengkan Nur Koyim, 21, tetangganya. Sementara, dari selatan melaju Honda Supra nopol F 2113 F yang dikendarai Dian Rizki, 17, warga Desa/Kecamatan Bringin. Pelajar salah satu SMK di Ngawi ini memboncengkan Joko Purnomo, 15, tetangga desanya. ‘’Yang dibonceng Supra yang masih hidup,’’ kata Karsidi.

Karsidi mengatakan, Honda Supra melaju dengan kondisi mati lampu. Pun, Honda GL Max yang melaju kencang lampunya menyala redup. ‘’Selain kencang, kondisi jalan juga gelap. Kebetulan rumah di samping tempat kecelakaan kosong, tidak ada penghuninya,’’ ungkapnya sembari menyebut keempat korban juga tak mengenakan helm.

Saking gelapnya, seorang korban yang terpental keluar badan jalan sempat tidak diketahui keberadaannya oleh warga yang mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) usai insiden terjadi. ‘’Terperosok ke rerumputan sebelah barat jalan. Baru tahu setelah salah satu waga sini tidak sengaja menyenggol. Kena kaki atau tangannya kurang jelas, wong gelap,’’ ungkapnya.

Warga mendapati pengendara GL Max dan Honda Supra sudah dalam keadaan tidak bernapas di lokasi kejadian. Sedangkan Nur Koyim -pembonceng GL Max-meregang nyawa dalam perawatan medis. Sementara, Joko Purnomo -pembonceng Honda Supra- selamat meski menderita patah tulang tangan tangan dan rahang serta pendarahan dari mulut dan hidung. ‘’Satu korban di tengah jalan, dua korban agak sebelah timur badan jalan, dan satunya lagi di rumput-rumput pinggir jalan,’’ terang Karsidi.

Insiden maut tersebut tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Warga sekitar lokasi kejadian pun dilanda kekhawatiran. Itu terkait kondisi jalan yang kelewat gelap saat malam hari. Padahal, jalur itu terbilang ramai lantaran akses menuju objek wisata Waduk Pondok. ‘’Jadi takut kalau begini. Soalnya jalan ramai, sering juga terjadi kecelakaan di sini,’’ ujar Karsidi.

Pantauan Radar Ngawi, ruas jalan milik daerah itu sama sekali tidak dilengkapi PJU. Baru sekitar 300 meter ke utara dari titik laka, terdapat lampu penerangan. Namun, kurang lebih 2,5 kilometer ke selatan –sampai perempatan pasar Kedungprahu– nihil penerangan. Kalaupun ada, merupakan inisiatif lingkungan setempat. ‘’Inginnya ya dipasang lampu, biar tidak ada kecelakaan seperti itu lagi,’’ kata Karsidi.

Terpisah, Kanit Laka Satlantas Polres Ngawi Iptu Cipto Utoyo tidak menampik bahwa kondisi TKP dengan tiga korban tewas tersebut gelap. Sementara, kasus laka lantas itu saat ini masih ditangani pihaknya. ‘’Dua kendaraan yang terlibat laka sudah kami amankan sebagai barang bukti,’’ ujarnya. (den/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here