MejayanPeristiwa

Giliran Petugas Kebersihan dan Pedagang Disengat Lebah

MEJAYAN – Teror kawanan lebah di boulevard GOR Pangeran Timoer, Mejayan, belum terhenti. Lebah yang bersarang di salah satu pohon trembesi itu kembali menyengat dua orang, Senin (15/4). Keduanya adalah petugas kebersihan kompleks olahraga itu dan pedagang asongan yang sedang beristirahat di bawah pohon.

Pedagang itu sudah lemas ketika ditolong petugas kebersihan yang sedang beraktivitas. Dia lantas dilarikan ke Puskesmas Mejayan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sedangkan kondisi petugas kebersihan sedikit lebih baik, meski harus berlari hingga puluhan meter dikejar tawon. ‘’Sepertinya tidak terlalu parah,’’ kata Suratin, petugas kebersihan lainnya.

Suratin tidak tahu sudah berapa lama sarang lebah berdiamater sekitar 20 sentimeter itu bertengger di pohon. Sepengetahuannya, rumah hewan yang termasuk ordo hymneoptera itu sudah berlubang 10 sentimeter, Rabu (10/4). Sejumlah tawon terlihat terbang di sekeliling kandangnya. Dua hari berselang lubang itu tertutup. Sebelum akhirnya kembali bolong akibat dilempari batu siswa SDN Bangunsari 2 di sela latihan baris-berbaris polisi cilik (pocil), Sabtu (13/4). ‘’Saya kurang tahu apa sebab lubang di hari Rabu itu,’’ ujarnya.

Kabid Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun Tjuk Kusumo mengatakan, pembersihan harus segera dilakukan agar tidak terus menimbulkan korban. Rencana eksekusinya dilakukan malam. Sebab, masih banyak warga yang beraktivitas di GOR hingga sore. Di sisi lain, karakteristik tawon tidak terlalu ganas dalam kondisi gelap. Rencana itu hasil koordinasi dengan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat. ‘’Kami cari pawang yang biasa menangani tawon. Kalau pakaian dan peralatan bisa meminjam BPBD Kota Madiun,’’ ucapnya kepada Radar Caruban.

Tjuk belum mengetahui pasti teknis pembersihan sarang. Mengingat rumah tawon itu posisinya menempel di dahan, bukan menggantung. Langkah pembersihan juga perlu lebih berhati-hati. Sebab ada kemungkinan petugas harus memisah antara sarang dengan dahan pohon menggunakan benda tajam. ‘’Kalau sarangnya menggantung kan tinggal ditarik dan dimasukkan ke dalam karung,’’ ujarnya sembari menyebut penerangan saat eksekusi menggunakan lampu senter dan menggunakan kendaraan sky lift dinas perhubungan.

Disinggung sudah berapa lama sarang tawon itu ada, Tjuk tidak tahu. Malah, keberadaan kawanan tawon di kompleks GOR baru diketahuinya ketika puluhan anak SD menjadi korban. Sebab tidak terlalu mengawasi sarang tawon di pepohonan kendati urusan pertamanan adalah leading sector-nya. Dia kurang tahu termasuk berbahaya tidaknya jenis lebah tersebut. Namun, informasi yang diterimanya, jenis lebah itu serupa dengan yang pernah menyengat warga Pajaran, Saradan hingga meninggal dunia. ‘’Karena itu harus segera dibersihkan oleh ahlinya,’’ ucapnya.

Kawasan GOR memang berpotensi sebagai bermukimnya lebah. Sebab, lokasinya dipenuhi pepohonan rindang dan bunga. DLH mencoba mencari informasi upaya pencegahan potensi tersebut. ‘’Mengingat tempat ini ramai jadi jujukan berbagai kalangan,’’ tandasnya. (cor/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
close
PENGUMUMAN
Close